Lokal  

Tembok Terkikis Sungai, Ruko di Sukasari Nyaris Roboh

Kondisi Bangunan yang Mengkhawatirkan di Bantaran Sungai Cisumengka

Sebuah bangunan yang terdiri dari rumah dan toko dua lantai di Dusun Karasak, RT05/03 Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang mengalami kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Bangunan tersebut berada di bantaran Sungai Cisumengka dan saat ini dalam keadaan miring serta nyaris ambruk.

Peristiwa ini terjadi setelah tembok penahan tanah (TPT) yang berada di belakang bangunan tersebut tergerus oleh arus air sungai yang deras. Peristiwa ini terjadi pada sore hari, tepatnya pada Minggu (12/4/2026), ketika wilayah tersebut diguyur hujan deras.

Bambang Rianto, Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, mengungkapkan bahwa kejadian ini terjadi sekitar pukul 18.30. Ia menyebutkan bahwa bangunan ruko milik Toha Sutisna mengalami pergeseran akibat TPT yang rusak. Akibatnya, bangunan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka, penghuni ruko yang berukuran 3×6 meter harus meninggalkan bangunan tersebut. Mereka memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman karena dikhawatirkan bangunan akan terus bergeser dan bisa saja ambruk.

Langkah yang Diambil oleh Pihak Berwenang

Bambang Rianto menekankan bahwa kejadian ini menjadi peringatan bagi warga Sumedang, terutama yang tinggal di daerah bantaran sungai atau perbukitan. Ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada selama musim penghujan.

Ia juga menyarankan agar warga memperhatikan kondisi lingkungan sekitar mereka, terutama jika terdapat bangunan atau struktur yang berada di dekat aliran air. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.

Penyebab Utama Kerusakan

Penyebab utama kerusakan pada bangunan tersebut adalah erosi yang terjadi di bagian belakang bangunan. Arus air yang deras akibat hujan lebat menggerus TPT yang seharusnya melindungi bangunan dari bahaya longsor atau kerusakan struktural.

Ketidakstabilan tanah di sekitar sungai juga menjadi faktor penting. Tanah yang tidak stabil dapat menyebabkan pergeseran tanah yang berdampak langsung pada struktur bangunan. Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya pemeliharaan infrastruktur di daerah rawan banjir atau longsor.

Tindakan Pencegahan yang Diperlukan

Untuk mencegah terulangnya kejadian seperti ini, diperlukan langkah-langkah pencegahan yang lebih proaktif. Salah satunya adalah penguatan TPT di sepanjang aliran sungai. Selain itu, perlu adanya survei berkala terhadap kondisi tanah dan struktur bangunan di daerah rawan.

Pemerintah setempat juga harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tanda-tanda bahaya yang bisa terjadi di sekitar sungai. Misalnya, perubahan bentuk tanah, retakan pada dinding bangunan, atau aliran air yang mengalir dengan cepat.

Kesimpulan

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa bahaya banjir dan longsor tidak bisa diabaikan, terutama di daerah yang berdekatan dengan sungai. Masyarakat harus tetap waspada dan siap mengambil tindakan jika diperlukan. Selain itu, pemerintah dan instansi terkait harus lebih aktif dalam melakukan pencegahan dan mitigasi risiko bencana.

Dengan kesadaran yang tinggi dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali dan masyarakat dapat hidup dalam kondisi yang lebih aman dan nyaman.