Lokal  

HJB ke-544: Kadis Berbusana Adat Pimpin Upacara di Balai Kota

Bogor Memasuki Usia 544 Tahun: Semangat “Nanjeur” Mengukuhkan Pembangunan Berkelanjutan

Bogor Tengah – Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 digelar dengan khidmat di Balai Kota Bogor pada Rabu, Juni 2026. Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.15 WIB ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, yang bertindak sebagai pembina upacara. Perayaan kali ini mengusung tema “Bogor Nanjeur”, sebuah ungkapan dalam bahasa Sunda yang memiliki makna mendalam: tumbuh, bersemi, berakar kuat, kokoh, dan lestari.

Tema ini tidak hanya sekadar slogan, melainkan cerminan harapan dan tekad bersama seluruh elemen masyarakat Kota Bogor untuk terus mendorong kemajuan dan perkembangan kota, baik dari aspek fisik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Seluruh kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor turut ambil bagian dalam upacara sebagai petugas, menunjukkan sinergi dan komitmen bersama dalam menjalankan roda pemerintahan. Mereka mengemban tugas mulai dari pembacaan teks Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, hingga membawa bendera berlogo Kota Bogor, dengan mengenakan pakaian adat yang kental akan nuansa budaya lokal.

Peserta upacara terdiri dari perwakilan TNI-Polri, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta berbagai unsur relawan yang senantiasa siap sedia membantu masyarakat. Di sela-sela rangkaian upacara, Wali Kota Dedie Rachim menyerahkan sejumlah penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada para relawan dan murid berprestasi di Kota Bogor, yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kota.

Visi Pembangunan Menuju Bogor yang Kokoh dan Berkelanjutan

Dalam pidato sambutannya, Wali Kota Dedie Rachim memaparkan visi dan target pembangunan yang ingin dicapai oleh Pemkot Bogor di usianya yang ke-544 ini. Fokus pembangunan diarahkan pada berbagai sektor strategis yang fundamental bagi kesejahteraan masyarakat.

  • Sektor Infrastruktur:
    Pemkot Bogor berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur kota. Upaya perbaikan jalan terus digalakkan untuk mempermudah akses transportasi. Penataan ruang-ruang publik juga menjadi prioritas, menciptakan area yang nyaman dan representatif bagi masyarakat untuk beraktivitas. Selain itu, pengembangan sistem transportasi publik yang lebih baik terus dilakukan guna mewujudkan mobilitas perkotaan yang efisien dan berkelanjutan.

  • Sektor Pelayanan Publik:
    Peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan serta pendidikan menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berpengetahuan. Pemkot Bogor berupaya memperluas jangkauan layanan agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital dalam administrasi pelayanan publik juga terus digalakkan untuk menciptakan proses yang lebih cepat, mudah, dan transparan, meminimalkan birokrasi yang rumit.

  • Sektor Ekonomi:
    Dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi prioritas dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Pemkot Bogor berupaya memberikan fasilitasi dan pendampingan agar UMKM dapat berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. Penguatan pasar rakyat juga dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan lokal dan menopang perekonomian para pedagang kecil. Pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan potensi lokal digalakkan sebagai salah satu penggerak ekonomi utama, menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan sembari memberdayakan masyarakat setempat.

  • Sektor Lingkungan Hidup:
    Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan diwujudkan melalui berbagai program penghijauan yang masif di seluruh penjuru kota. Upaya konservasi sumber daya alam terus digalakkan untuk menjaga kelestarian ekosistem. Pengelolaan sampah yang efektif dan efisien menjadi bagian integral dari upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan Kota Bogor.

Semangat “Nanjeur” untuk Kemajuan Inklusif

Wali Kota Dedie Rachim menekankan bahwa momentum Hari Jadi Bogor kali ini harus menjadi pengingat dan penyemangat untuk terus berkembang. “Semangat Bogor Nanjer harus menjadi semangat pembangunan kita bersama,” tegasnya. Ia berharap Bogor dapat tumbuh secara inklusif, adil, dan berkelanjutan, sehingga seluruh manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh setiap warga tanpa terkecuali. Keadilan dan keberlanjutan menjadi pilar utama dalam setiap kebijakan dan program pembangunan yang dijalankan.

Upacara Hari Jadi Bogor ke-544 ini ditutup sekitar pukul 08.15 WIB. Kehadiran Wakil Gubernur Jawa Barat turut menambah makna pentingnya perayaan ini, yang kemudian dilanjutkan dengan mengikuti Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kota Bogor. Momen ini menjadi penegasan komitmen bersama untuk terus membangun Kota Bogor menjadi kota yang maju, sejahtera, dan lestari.