Krisis Energi Pasca Konflik AS-Israel vs Iran, Al Haris: Hemat BBM!

Antisipasi Krisis BBM di Provinsi Jambi

Pemerintah Provinsi Jambi sedang mengambil langkah-langkah strategis untuk menghadapi potensi krisis energi akibat konflik global yang terjadi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Konflik tersebut tidak hanya memengaruhi stabilitas pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, tetapi juga berdampak pada negara-negara lain seperti Filipina dan Bangladesh.

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Indonesia perlu bersiap menghadapi berbagai tantangan yang muncul dari situasi ini. Respons atas peringatan tersebut datang dari Gubernur Jambi, Al Haris, yang meminta seluruh pihak, terutama warga dan sektor swasta, untuk lebih hemat dalam penggunaan BBM.

Imbauan Gubernur Jambi

Gubernur Al Haris menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk mengirit penggunaan BBM. Ia juga mengimbau kepada pihak swasta agar menggunakan BBM industri, bukan BBM bersubsidi. Hal ini dilakukan agar kuota subsidi dapat digunakan secara optimal untuk kebutuhan masyarakat umum.

“Kita akan terus mengawasi hal ini. Saya juga meminta kepada pihak swasta untuk menggunakan BBM industri, jangan beli yang bersubsidi karena itu ranahnya masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap stok BBM di Jambi tetap aman dan cukup. Dengan demikian, tidak ada antrian atau keluhan terkait ketersediaan BBM. “Semoga kondisi BBM di Jambi tetap stabil dan tidak ada gangguan,” harapnya.

Peran DPRD Provinsi Jambi

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah, menyatakan bahwa pihaknya masih memantau situasi yang dinamis terkait krisis BBM. Menurutnya, situasi global saat ini memerlukan pengawasan yang ketat.

“Kami telah berkomunikasi dengan Pertamina dan pihak-pihak terkait dari Jambi. Sampai dua minggu ke depan, ketersediaan BBM masih normal,” ujarnya.

Meskipun saat ini stok BBM masih dalam kondisi baik, Hafiz mengingatkan masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak. Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan dan hanya menggunakan BBM sesuai kebutuhan.

Evaluasi Kuota BBM

Terkait pengurangan kuota BBM, Hafiz menjelaskan bahwa kuota BBM setiap tahun mengalami penurunan. Oleh karena itu, evaluasi dilakukan per triwulan. “Sampai hari ini, kuota BBM dari awal tahun kemarin sudah ditetapkan dan sedikit meningkat dibanding tahun lalu,” jelasnya.

Untuk BBM jenis solar, ia menyebutkan bahwa pihaknya sempat mengajukan penambahan kuota. Namun, sampai saat ini belum ada persetujuan karena kebijakan pusat yang ingin mengurangi penggunaan BBM subsidi secara berlebihan.

Langkah Bersama untuk Stabilitas Energi

Gubernur Al Haris dan DPRD Provinsi Jambi sepakat bahwa kesiapan dan kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi krisis energi. Dengan penggunaan BBM yang lebih bijak, diharapkan stabilitas pasokan BBM dapat terjaga.