Harga BBM Maluku Utara 02 April: Stabil, Stok Aman

Update Harga dan Ketersediaan Bahan Bakar Minyak di Maluku Utara

Maluku Utara – Di tengah dinamika ekonomi dan pergerakan harga komoditas, informasi mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi krusial bagi masyarakat. Khusus di wilayah Maluku Utara, pantauan terkini per tanggal 02 April 2026 menunjukkan bahwa harga BBM non-subsidi relatif stabil. Data yang diperbarui pada 1 Maret 2026 mengindikasikan bahwa ketersediaan BBM di provinsi ini masih terpantau normal, memberikan kelegaan bagi para pengguna.

Dua jenis BBM non-subsidi yang umum tersedia di Maluku Utara adalah Pertamax dan Pertalite. Masing-masing dijual dengan harga Rp12.600 per liter untuk Pertamax, dan Rp10.000 per liter untuk Pertalite. Harga ini memberikan gambaran mengenai biaya operasional yang perlu diperhitungkan oleh konsumen, baik untuk kendaraan pribadi maupun kebutuhan lainnya yang bergantung pada pasokan BBM.

Jaminan Ketersediaan BBM: Langkah Wakil Gubernur Maluku Utara

Menyikapi isu kelangkaan BBM yang sempat beredar dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengambil langkah proaktif dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta Depot Pertamina di Jambula, Kota Ternate. Tindakan ini bertujuan untuk memastikan secara langsung bahwa stok BBM di pasaran benar-benar aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Hasil dari pemantauan langsung tersebut memberikan konfirmasi positif. Sarbin Sehe menyatakan bahwa ketersediaan BBM berada dalam kondisi yang aman dan terkendali. Ia menegaskan, “Saya sudah bertemu langsung dengan pihak Pertamina. Alhamdulillah stok BBM tersedia dengan baik, jadi masyarakat tidak perlu khawatir.” Pernyataan ini disampaikan usai agenda pengecekan yang dilaksanakan pada Minggu, 29 Maret 2026.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang kerap beredar di media sosial mengenai kelangkaan BBM. “Jangan mudah percaya hoax. Pastikan informasi yang diterima itu benar,” tegasnya, menekankan pentingnya literasi digital dan skeptisisme terhadap berita bohong.

Pengawasan Distribusi untuk Mencegah Penyelewengan

Selain fokus pada ketersediaan stok, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh proses distribusi BBM. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penyaluran BBM berjalan lancar, efisien, dan sampai ke tangan konsumen yang berhak secara tepat sasaran.

Menurut pandangan pemerintah provinsi, pengawasan yang ketat sangat esensial untuk mencegah terjadinya praktik penyelewengan atau mafia BBM yang dapat merugikan masyarakat luas sebagai pengguna akhir. Dengan pengawasan yang optimal, diharapkan rantai pasok BBM dapat berjalan sesuai regulasi dan tanpa hambatan yang tidak perlu.

Konfirmasi Pertamina dan Tidak Adanya Kenaikan Harga

Kepala PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Ternate, Giyanto, turut membenarkan adanya kegiatan inspeksi yang dilakukan oleh Wakil Gubernur. “Benar tadi Wagub melakukan sidak baik di SPBU dan Pertamina di Jambula Ternate,” ujar Giyanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Ia menambahkan bahwa untuk jenis BBM andalan masyarakat, mulai dari Pertamax hingga Dex Series, ketersediaannya masih dalam kondisi aman. Giyanto juga secara eksplisit menyatakan bahwa hingga saat ini, belum ada rencana atau pemberitahuan mengenai kenaikan harga BBM di wilayah Maluku Utara. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat yang bergantung pada pasokan BBM untuk aktivitas sehari-hari.

Penelusuran lebih lanjut di salah satu SPBU yang berlokasi di Jalan Cengkeh Afo, lingkungan Batu Anteru, Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, juga mengkonfirmasi hal serupa. Ketersediaan stok BBM di SPBU tersebut terpantau aman. Bahkan, harga penjualan BBM non-subsidi masih mengacu pada harga yang berlaku sebelumnya.

Adapun rincian harga yang tercatat di SPBU tersebut adalah sebagai berikut:
* Pertamax: Rp12.600 per liter
* Dexlite: Rp14.500 per liter
* Pertalite: Rp10.000 per liter

Harga-harga ini mencerminkan komitmen Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga BBM non-subsidi di Maluku Utara, sekaligus menepis kekhawatiran yang mungkin timbul akibat isu-isu yang beredar. Masyarakat dihimbau untuk terus memantau informasi resmi dari sumber terpercaya dan tidak mudah percaya pada rumor yang belum terkonfirmasi.