Patrolmedia, Kairo – Iran melontarkan ancaman balasan usai Presiden AS Donald Trump mengultimatum akan menyerang pembangkit listrik Teheran.
Di saat yang sama, rudal Iran dilaporkan berhasil menembus pertahanan Israel dan menghantam area di dekat pusat penelitian nuklir Israel utama.
Dilansir AP, Minggu (22/3/2026), perang yang kini memasuki minggu keempat ini bergerak ke arah yang lebih berbahaya.
Sirene peringatan meraung di seantero Israel seiring serangan baru yang diluncurkan negara teluk itu.
Trump sebelumnya memperingatkan akan “menghancurkan” pembangkit listrik Iran jika Teheran gagal membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.
Trump mengancam akan menyasar pembangkit listrik terbesar, yang diduga merujuk pada PLTN Bushehr atau pembangkit gas Damavand di dekat Teheran.
Teheran tidak tinggal diam. Lewat juru bicara militernya, Iran menegaskan setiap serangan terhadap fasilitas energi mereka akan dibalas dengan serangan serupa terhadap aset energi dan infrastruktur AS serta Israel di kawasan, termasuk fasilitas desalinasi dan teknologi informasi.
Militer Israel mengakui gagal mencegat rudal yang menghantam kota Dimona dan Arad, Sabtu (21/3).
Ini menjadi momen pertama rudal Iran mampu menembus sistem pertahanan udara Israel di kedua kota tersebut.
Dari serangan rud Iran itu, sedikitnya 64 orang dilarikan ke RS di Arad.
Sementara, Dimona terletak hanya 20 km dari pusat penelitian nuklir Israel.
”Jika rezim Israel tidak mampu mencegat rudal di wilayah Dimona yang dijaga ketat, ini adalah tanda masuknya fase baru pertempuran,” tegas Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf melalui media sosial X.
PM Israel Benjamin Netanyahu menyebut selamatnya warga dari ledakan di Arad sebagai sebuah “mukjizat”.
Ia mendesak warga untuk patuhi instruksi sirene dan segera ke bunker.
Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menegaskan Israel sedang dalam “pertempuran bersejarah” dan harus berlanjut hingga menang.
Ketegangan ini berdampak fatal pada ekonomi global. Selat Hormuz, jalur vital minyak dunia, kini nyaris lumpuh.
Ancaman serangan menyebabkan kapal tanker berhenti beroperasi, memicu kenaikan harga pangan dan bahan bakar di seluruh dunia.
Utusan Iran untuk Organisasi Maritim Internasional, Seyed Ali Mousavi, menyatakan navigasi selat hanya terbuka bagi semua orang, kecuali musuh seperti Amerika dan Israel.
Saat ini, Iran dilaporkan hanya mengizinkan kapal tujuan China dan Asia untuk melintas.
Skala perang ini telah memakan korban jiwa yang sangat besar dalam waktu singkat:
- Iran: Lebih dari 1.500 orang tewas (data Kemenkes Iran).
- Israel: 15 orang tewas akibat rudal Iran.
- Lebanon: Lebih dari 1.000 orang tewas akibat serangan balasan Israel ke Hizbullah.
- AS: Sedikitnya 13 anggota militer tewas.
Di Lebanon, Hizbullah mengonfirmasi serangan roketnya menewaskan seorang pria di Israel utara.
Serangan ini diklaim sebagai pembalasan atas serangan AS-Israel yang dimulai sejak 28 Februari lalu.
Editor: Fatmi Rahim






















