Iran Kirim Lagi Rudal ke Israel, ​Sirene di Yerusalem Meraung-raung

Sirene di Yerusalem Meraung
Sebuah rudal balistik Iran menghantam wilayah Dimona di Israel. (Foto: Tangkapan Layar/@tradinglara/X)

Patrolmedia, ​Yerusalem – Sirene di Yerusalem kembali meraung-raung sebagai tanda peringatan serangan udara rudal Iran menghujani kota tua di negeri zionis itu.

Rentetan ledakan keras juga dilaporkan terdengar di langit kota tersebut setelah militer Israel mengeluarkan peringatan darurat.

​Dilansir AFP, Minggu (22/3/2026), pihak militer Israel (IDF) mengonfirmasi telah mengidentifikasi adanya rudal yang meluncur langsung dari wilayah Iran menuju Negara Israel.

​”Rudal diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel,” bunyi keterangan resmi militer Israel.

​”Rudal diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel,” bunyi keterangan resmi militer Israel.

​Layanan medis darurat Israel, Magen David Adom, mengatakan hingga kini belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa sesaat setelah peringatan pertama dibunyikan.

Meski demikian, situasi di lapangan masih terus dipantau.

​Militer Israel menyebut personelnya saat ini sedang menangani sejumlah “lokasi dampak” di wilayah Israel tengah.

Media lokal melaporkan adanya kerusakan ringan pada infrastruktur jalan di kota Holon, yang terletak tak jauh dari Tel Aviv.

​Serangan terbaru ini merupakan kelanjutan dari ketegangan yang meningkat setelah rudal Iran menghantam dua kota di Israel selatan pada Sabtu (21/3) malam waktu setempat.

​Pusat medis Soroka melaporkan telah menerima dan merawat sedikitnya 175 orang akibat serangan ini.

Dari jumlah tersebut, 10 orang dilaporkan dalam kondisi serius, termasuk seorang anak-anak.

Ledakan besar di kota Dimona dan Arad juga dilaporkan menghancurkan bangunan tempat tinggal dan meninggalkan kawah besar di permukaan tanah.

​Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi serangan ke Dimona yang merupakan lokasi fasilitas nuklir Israel, adalah bentuk balasan.

Iran menyebut aksi ini sebagai respons atas serangan sebelumnya yang menargetkan situs nuklir Natanz milik mereka.

​Di sisi lain, militer Israel menyatakan tengah menginvestigasi terkait kegagalan sistem pertahanan udara mereka dalam mencegat rudal-rudal yang masuk ke wilayah tersebut.

 

(Kml/Ft)