Patrolmedia, Jenewa – Sinyal positif mulai terlihat terkait hasil putaran terbaru pembicaraan nuklir Iran secara tidak langsung dengan Amerika Serikat (AS) di Jenewa, Swiss.
Teheran menyebut pertemuan kali ini “lebih konstruktif” dan telah mencapai kesepakatan pada prinsip-prinsip umum.
Negosiasi yang dimediasi Oman ini bertujuan untuk membatasi program nuklir Iran di bawah pengawasan PBB.
Meski memakan waktu tiga setengah jam, Menlu Iran Abbas Araghchi menegaskan ada kemajuan signifikan dibandingkan pertemuan sebelumnya.
”Suasana negosiasi kali ini lebih konstruktif. Kemajuan baik telah dicapai, meski posisi kedua belah pihak masih membutuhkan waktu untuk benar-benar bertemu,” ujar Araghchi seperti dilansir AFP, Rabu (18/2/2026).
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menunjukkan sikap yang ambigu. Di satu sisi, Trump meyakini Iran menginginkan kesepakatan.
Namun di sisi lain, AS justru terus memperkuat kehadiran militer angkatan lautnya di kawasan Timur Tengah.
Poin-poin penting dalam negosiasi:
- Pengurangan Uranium: Iran menawarkan pengurangan stok uranium kadar tinggi (60%) sebesar 40 kg.
- Akses IAEA: Iran bersedia memberikan akses bagi badan nuklir PBB (IAEA) ke situs-situs nuklir tertentu.
- Latihan Militer: Di tengah dialog, Iran justru berencana menutup sebagian Selat Hormuz untuk latihan tembak langsung angkatan laut.
- Garis Merah: Iran tetap menolak membahas program rudal balistik dan dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, merespons keras keberadaan kapal perang AS di lepas pantai Oman.
Ia menegaskan bahwa AS tidak akan bisa menghancurkan Republik Islam Iran.
”Yang lebih berbahaya dari kapal perang adalah senjata yang bisa menenggelamkan mereka ke dasar laut,” tegas Khamenei.
Ia juga menyebut negosiasi yang hasilnya sudah ditentukan sebelumnya, di mana Iran dilarang memiliki energi nuklir sebagai hal yang “bodoh”.
Sementara negosiasi berlangsung di Swiss, situasi di dalam negeri Iran sedang diselimuti duka dan ketegangan.
Masyarakat memperingati 40 hari kematian para demonstran yang tewas dalam protes massal baru-baru ini.
Berikut fakta terkini dari internal Iran:
- Pengakuan Korban: Ali Khamenei mengakui adanya warga sipil yang tewas dalam kerusuhan.
- Penangkapan Politisi: Sejumlah politisi reformis ditangkap karena mengkritik aparat keamanan.
- Tindakan Hukum: Pihak yudisial Iran mencatat 10.538 demonstran telah dipanggil untuk diadili.
- Tolak Tim PBB: Teheran menolak masuknya komite pencari fakta independen dari PBB untuk menyelidiki kematian demonstran.
Meski jalan menuju kesepakatan nuklir sudah terbuka, kedua belah pihak dijadwalkan akan bertemu kembali dalam dua minggu ke depan untuk membahas draf perjanjian yang lebih detail.























