Status Darurat Banjir Pati Diperpanjang!

Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana sebagai respons terhadap dampak berkelanjutan dari banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah. Keputusan ini diambil untuk mengoptimalkan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana bagi masyarakat terdampak.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengumumkan perpanjangan status tanggap darurat ini. Status sebelumnya diberlakukan mulai 9 Januari hingga 23 Januari 2026, kemudian diperpanjang untuk tahap kedua dari 24 Januari hingga 6 Februari 2026. Perpanjangan terbaru ini mempertimbangkan kondisi lapangan yang masih belum sepenuhnya pulih.

“Perpanjangan ini dilakukan karena Kabupaten Pati masih terdampak banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah,” jelas Chandra pada hari Minggu.

Pada awal penetapan status tanggap darurat, lebih dari 100 desa dilaporkan terdampak bencana. Berkat upaya penanganan yang intensif, jumlah desa terdampak telah berkurang menjadi sekitar 51 desa. Namun, pemerintah daerah tetap waspada mengingat potensi bencana masih cukup tinggi.

Chandra menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya penanggulangan bencana, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Pati, tim gabungan SAR, TNI, Polri, serta para relawan yang terus berdedikasi di lapangan.

Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada berbagai pihak yang telah menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena dampak bencana. Salah satu kontributor signifikan adalah Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), yang memberikan bantuan sebesar Rp100 juta. Bantuan ini sangat berarti dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Kabupaten Pati dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi di Jawa Tengah. Beberapa wilayah bahkan mengalami banjir berulang, sehingga memerlukan solusi penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Chandra menyoroti perlunya solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir di wilayah-wilayah yang rentan. “Ke depan, ada wilayah-wilayah yang perlu solusi lebih permanen, termasuk kemungkinan relokasi atau penyediaan lahan baru bagi warga terdampak,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Pati berharap mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar penanganan banjir berulang dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Dukungan ini diharapkan dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan hingga implementasi solusi permanen.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menjelaskan bahwa penetapan status tanggap darurat bencana merupakan kewenangan pemerintah daerah, yang disesuaikan dengan tingkat dampak bencana di masing-masing wilayah.

“Penetapan status tanggap darurat bencana itu bersifat kedaerahan. Pemerintah provinsi berada pada posisi mendukung dan memfasilitasi sesuai kebutuhan di daerah,” jelas Sumarno.

Sumarno juga menekankan pentingnya kesiapan aparatur dalam menghadapi situasi bencana. Kesiapan ini mencakup menjaga kondisi fisik dan mental agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

“Ketika terjadi bencana, kesehatan menjadi modal utama agar ASN tetap bisa bekerja dan melayani masyarakat dengan baik,” tambahnya. ASN diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Berikut adalah poin-poin penting terkait penanganan bencana di Kabupaten Pati:

  • Perpanjangan Status Tanggap Darurat: Dilakukan untuk memastikan penanganan dan pemulihan berjalan optimal.
  • Jumlah Desa Terdampak: Berkurang dari lebih 100 menjadi sekitar 51 desa, namun kewaspadaan tetap tinggi.
  • Apresiasi kepada Tim Penanganan: Ucapan terima kasih kepada ASN, tim SAR, TNI, Polri, dan relawan.

    • Semua pihak yang terlibat dihargai atas dedikasi dan kerja keras mereka di lapangan.
    • Bantuan dari Korpri: Sumbangan sebesar Rp100 juta sangat membantu meringankan beban warga terdampak.
    • Solusi Jangka Panjang: Pertimbangan relokasi atau penyediaan lahan baru bagi warga di wilayah rawan banjir.
    • Dukungan Provinsi: Harapan atas dukungan Pemprov Jawa Tengah untuk penanganan banjir berkelanjutan.
    • Kesiapan Aparatur: Pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental ASN agar pelayanan tetap optimal.

Pemerintah Kabupaten Pati terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terdampak bencana. Koordinasi dengan berbagai pihak terus ditingkatkan untuk memastikan penanganan dan pemulihan berjalan lancar. Diharapkan dengan upaya bersama, dampak bencana dapat diminimalkan dan masyarakat dapat segera kembali beraktivitas normal.