Mencekam! Drone Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang di Ukraina, 12 Orang Tewas

Drone Rusia Hantam Ukraina
12 orang tewas dan 7 luka-luka akibat serangan drone Rusia yang menyasar bus sipil di Dnipropetrovsk. (Foto: Layanan Darurat Ukraina/EPA)

Patrolmedia, Kyiv – Serangan mematikan kembali dilancarkan pasukan Rusia ke wilayah Ukraina. Drone Rusia menghantam bus yang membawa pekerja tambang di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina tengah-timur.

Setidaknya 12 orang dilaporkan tewas dalam insiden berdarah tersebut.

Dilansir The Guardian dan Reuters, Senin (2/2/2026), polisi setempat menyebut bus tersebut sedang melaju di lokasi yang berjarak sekitar 65 km dari garis depan pertempuran.

Foto-foto yang dirilis layanan darurat Ukraina menunjukkan kondisi bus yang hancur dengan jendela pecah dan kaca depan yang terlepas total.

DTEK, perusahaan energi swasta terbesar di Ukraina, mengonfirmasi bahwa para korban tewas adalah karyawan mereka.

Saat kejadian, para pekerja tersebut baru saja menyelesaikan shift kerja dan sedang dalam perjalanan pulang dari fasilitas pertambangan.

“Drone musuh menghantam dekat bus jemputan perusahaan di distrik Pavlograd. Laporan awal menunjukkan 12 orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka,” ujar Kepala Administrasi Militer Regional, Oleksandr Ganzha, lewat saluran Telegram resminya.

Rentetan Serangan di Tengah Isu Gencatan Senjata

Serangan ini bukan satu-satunya. Sebelumnya, serangan drone di kota Dnipro menewaskan seorang pria dan wanita.

Selain itu, sebuah rumah sakit bersalin di wilayah Zaporizhzhia menjadi sasaran pada Minggu (1/2/2026), sedikitnya 7 orang termasuk ibu hamil menjalani pemeriksaan medis.

Serangan ini terjadi tepat di hari berakhirnya periode “pengurangan serangan sepihak” yang diklaim Presiden AS Donald Trump.

Sebelumnya, Trump mengklaim Vladimir Putin setuju menghentikan serangan ke Kyiv dan kota-kota lain selama cuaca dingin.

Namun, Kremlin sendiri tidak pernah secara resmi mengonfirmasi kaitan gencatan senjata tersebut dengan faktor cuaca.

Menanti Babak Baru Perundingan di Abu Dhabi

Di tengah eskalasi ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan putaran kedua perundingan damai yang dimediasi AS akan dimulai pada Rabu (4/2) mendatang.

“Pembicaraan akan berlangsung pada 4 dan 5 Februari di Abu Dhabi,” kata Zelenskyy.

Sebelumnya, utusan Putin Kirill Dmitriev, bertemu secara mendadak dengan sejumlah pejabat tinggi AS di Florida, termasuk menantu Trump, Jared Kushner, dan Menteri Keuangan Scott Bessent.

Pertemuan itu digelar tanpa kehadiran pihak Ukraina. Hingga saat ini, titik temu sulit dicapai.

Rusia bersikeras menguasai wilayah Donetsk secara penuh, sementara Ukraina tegas menolak menyerahkan wilayah kedaulatan mereka kepada Moskow.

Putaran pertama perundingan di Abu Dhabi pekan lalu pun berakhir tanpa terobosan berarti.

 

(Ipl/Ft)