TRAGEDI LONGSOR MANGGARAI: 1 Korban Ditemukan!

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Longsor di Manggarai Timur

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu korban meninggal dunia akibat longsor yang terjadi di Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Penemuan ini terjadi pada Senin, 26 Januari 2026 pagi, setelah tim melakukan pencarian intensif selama enam hari.

Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, menyampaikan informasi ini kepada publik. Ia menjelaskan bahwa tim SAR Gabungan terdiri dari berbagai unsur, termasuk:

  • TNI
  • Polri
  • Brimob Kompi 2 Batalion B Pelopor Manggarai
  • Tim Pos SAR Manggarai Barat
  • BPBD Manggarai Timur
  • Pemerintah Kecamatan Lamba Leda
  • Pemerintah Desa Goreng Meni
  • Masyarakat setempat

Tim ini fokus mencari dua korban yang dilaporkan tertimbun longsor, yaitu Theresia Resem (57) dan Yustina Mira (19), yang menjadi korban longsor pada Kamis, 22 Januari 2026.

Tantangan Medan dan Cuaca Ekstrem

Upaya pencarian korban tidaklah mudah. Tim SAR Gabungan menghadapi tantangan berat berupa medan yang sulit dan cuaca ekstrem pasca-longsor. Meskipun demikian, dengan kegigihan dan kerja keras, mereka berhasil menemukan satu korban.

Wabup Tarsisius menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Saat ini, identitas korban masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.

Upaya Pemerintah Daerah

Pemerintah Daerah Manggarai Timur berupaya maksimal dalam penanganan bencana ini. Mereka mengerahkan seluruh logistik yang tersedia, termasuk satu unit alat berat jenis ekskavator, untuk membantu proses pencarian korban.

Wabup Tarsisius juga mengimbau seluruh masyarakat Manggarai Timur untuk turut serta mendoakan agar cuaca mendukung dan satu korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.

Dampak Longsor yang Mengerikan

Bencana tanah longsor di Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan yang signifikan. Berikut adalah dampak dari bencana ini:

  • Korban Jiwa: Empat orang warga tertimbun longsor. Satu korban telah ditemukan meninggal dunia, satu masih dalam pencarian, dan satu korban lainnya, Albina Ria, meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Puskesmas Benteng Jawa pada Jumat, 23 Januari 2026. Satu anak-anak selamat.

  • Kerusakan Lahan Pertanian: Puluhan hektar lahan sawah milik warga hancur akibat longsor. Kondisi ini mengancam mata pencaharian dan ketahanan pangan masyarakat setempat.

  • Isolasi Wilayah: Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, sepenuhnya terisolasi akibat longsor. Akses transportasi dan komunikasi terputus, menyulitkan proses evakuasi dan penyaluran bantuan. Kampung Pau juga terkena dampak dan mengalami kesulitan akses.

  • Kerusakan Rumah: Empat rumah warga terdampak longsor. Rumah milik Kongradus Lasa mengalami kerusakan terparah karena tertimbun longsor. Tiga rumah lainnya yang juga terdampak adalah milik Adrianus Pau di Kampung Pau, serta rumah milik Hendrikus Nawa dan Paulus Hasmin di Kampung Tuwa.

Upaya Penanganan dan Pemulihan

Pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait terus berupaya untuk melakukan penanganan darurat dan pemulihan pasca-bencana. Beberapa langkah yang telah dan akan dilakukan antara lain:

  • Pencarian Korban: Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian terhadap satu korban yang masih hilang.
  • Evakuasi Warga: Warga yang terdampak longsor dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
  • Penyaluran Bantuan Logistik: Bantuan logistik berupa makanan, air bersih, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya disalurkan kepada para pengungsi.
  • Perbaikan Infrastruktur: Pemerintah berupaya untuk segera memperbaiki infrastruktur yang rusak, seperti jalan dan jembatan, agar akses ke wilayah terisolasi dapat dipulihkan.
  • Rehabilitasi Lahan Pertanian: Upaya rehabilitasi lahan pertanian akan dilakukan untuk membantu petani memulihkan mata pencaharian mereka.
  • Relokasi Permukiman: Pemerintah mempertimbangkan relokasi permukiman warga yang berada di wilayah rawan longsor ke lokasi yang lebih aman.

Bencana longsor ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak tentang pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman alam. Diharapkan, dengan kerjasama dan koordinasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya, dampak bencana dapat diminimalkan dan proses pemulihan dapat berjalan lancar.