George Russell, pebalap andalan tim Mercedes, ternyata memiliki permintaan unik dalam negosiasi kontrak terbarunya. Di tengah persiapan menyambut tandem Andrea Kimi Antonelli pada Formula 1 musim 2026, Russell mengungkapkan keinginannya untuk memiliki sebuah memorabilia yang sangat istimewa: sebuah mobil Formula 1.
Pebalap berusia 27 tahun ini memang dikenal memiliki ketertarikan yang besar terhadap koleksi mobil pribadi. Ia bahkan telah memiliki mobil impiannya, Mercedes-AMG One, yang terparkir manis di garasinya. Oleh karena itu, keinginan Russell untuk menambahkan sebuah mobil Grand Prix asli ke dalam koleksinya bukanlah hal yang mengejutkan. Ia bahkan mencoba menegosiasikan hal ini sebagai bagian dari kontrak barunya dengan Mercedes. Sayangnya, negosiasi tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
Kendala Batas Anggaran
Russell mengungkapkan alasannya mengapa ia begitu tertarik untuk memiliki mobil Formula 1 sendiri. “Saya sangat ingin mengoleksi mobil Formula 1 saya sendiri,” ujarnya. Namun, ia juga menyadari adanya kendala yang cukup signifikan, yaitu peraturan keuangan yang ketat di Formula 1.
“Masalahnya adalah karena batasan biaya, kami hanya memproduksi tiga atau empat monocoque per tahun,” jelasnya. Ia kemudian membandingkan kondisi saat ini dengan masa lalu, ketika pengujian masih diperbolehkan tanpa batasan. “20 tahun yang lalu, ketika pengujian masih boleh dilakukan tanpa batas, setiap tim membuat 15 hingga 20 sasis. Sasis-sasis ini kemudian diganti secara berkala.”
Bagi Russell, kegagalan dalam negosiasi ini tentu saja mengecewakan. “Saya mencoba mendapatkan mobil Formula 1 selama negosiasi kontrak terakhir saya. Namun sayangnya, saya tidak berhasil,” akunya dengan jujur.

Usulan Pengecualian untuk Produksi Sasis
Meskipun gagal mendapatkan mobil Formula 1 dalam negosiasi kontraknya, Russell tidak menyerah begitu saja. Ia bahkan mengusulkan penyesuaian aturan agar di masa depan ia bisa memiliki salah satu mobil Silver Arrow. “Saya berharap tim-tim dapat menemukan cara untuk memproduksi monokok di luar batas anggaran,” tambahnya. Ia berpendapat bahwa komponen lain mobil Formula 1 sebenarnya tidak kekurangan.
“Kami memiliki cukup banyak komponen lainnya. Setiap pembalap memiliki lima mesin per tahun. Saya yakin Mercedes memproduksi total 60 mesin untuk setiap musim,” kata Russell, memberikan perkiraan. “Kami juga memiliki banyak sayap belakang – untuk downforce tinggi, sedang, dan rendah. Ada juga cukup banyak sayap depan dan underbody. Untuk semua komponen lainnya, kami memiliki setidaknya sepuluh set.”
Menurutnya, kekurangan hanya terletak pada bagian inti mobil, yaitu monocoque. “Tapi hanya ada tiga atau empat single-seater. Mungkin saya harus membicarakan hal ini dengan Federasi Otomotif Internasional (FIA),” ujarnya.

Musim 2025 dan Harapan di Masa Depan
Secara performa di lintasan, musim 2025 berjalan cukup baik bagi George Russell. Ia berhasil mengakhiri musim di posisi keempat klasemen pembalap, berada di belakang juara dunia Lando Norris, serta rival-rivalnya, Max Verstappen dan Oscar Piastri. Dengan adanya peraturan baru yang akan berlaku pada tahun 2026, Russell berharap dapat mengubah keadaan dan meraih hasil yang lebih baik.
Meskipun untuk saat ini ia harus puas tanpa mobil Formula 1 sendiri di garasinya, Russell tetap optimis dan bersemangat untuk menghadapi tantangan di masa depan. Ia berharap usulannya mengenai pengecualian produksi sasis dapat dipertimbangkan oleh FIA dan tim-tim Formula 1 lainnya, sehingga di masa depan ia memiliki kesempatan untuk mewujudkan impiannya memiliki mobil Formula 1 sendiri.
Rincian Komponen Mobil Formula 1 Menurut George Russell:
Berikut adalah rincian perkiraan jumlah komponen mobil Formula 1 yang diproduksi oleh tim Mercedes setiap musim, menurut George Russell:
- Monocoque: 3-4 buah (terkendala batas anggaran)
- Mesin: 60 buah (5 mesin per pembalap)
- Sayap Belakang: Banyak (untuk downforce tinggi, sedang, dan rendah)
- Sayap Depan: Banyak
- Underbody: Banyak
- Komponen Lainnya: Minimal 10 set
Pernyataan Russell ini memberikan gambaran mengenai kompleksitas dan skala produksi dalam dunia Formula 1, serta kendala yang dihadapi oleh tim-tim dalam memenuhi kebutuhan komponen mobil mereka di tengah batasan anggaran yang ketat.




















