Venna Melinda Tolak Jadi Istri Kedua, Siap Nikmati Hari Tua Sendiri

Perjalanan Hidup Venna Melinda: Dari Panggung hingga Ketegaran Pasca Luka

Kehidupan Venna Melinda, seorang aktris senior yang pernah menghiasi layar kaca dan panggung pemilihan ratu kecantikan, telah dilalui dengan berbagai lika-liku. Dua kali perceraian yang menghampirinya, termasuk pengalaman pahit menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), tampaknya telah membentuk ketegaran luar biasa dalam dirinya. Kini, di usianya yang telah memasuki kepala lima, Venna memilih untuk fokus pada kebahagiaan bersama buah hatinya, serta merajut kembali kekuatan setelah kehilangan sosok ayah tercinta.

Dua Kali Perceraian: Luka dan Pelajaran Berharga

Perjalanan rumah tangga Venna Melinda dimulai dengan pernikahannya bersama Ivan Fadilla. Hubungan yang telah dikaruniai dua orang putra ini harus berakhir dengan perceraian pada tahun 2014. Setelah delapan tahun menjalani peran sebagai seorang janda, Venna kembali membuka hati dan menikah dengan Ferry Irawan. Namun, pernikahan kedua ini berakhir dengan catatan kelam. Venna menjadi korban KDRT, yang berujung pada perceraian pada tahun 2023 dan proses hukum bagi Ferry Irawan.

Insiden KDRT dan perceraian tersebut meninggalkan luka mendalam. Namun, alih-alih meratapi nasib, Venna memilih untuk bangkit dan menjadikan pengalaman pahit tersebut sebagai pelajaran. Ia menyatakan bahwa saat ini fokus utamanya adalah kebahagiaan anak-anaknya.

“Kayaknya enggak deh. Kalau aku lebih senang kayaknya nanti sampai akhir juga sama anak-anak aja,” ungkap Venna. Ia menambahkan bahwa anak-anaknya, Verrell Bramasta, Athala Naufal, serta putri angkatnya, Vania, tidak pernah membuatnya sakit hati. Sebaliknya, melihat mereka tumbuh mandiri dan berprestasi adalah sumber kebahagiaan dan kebanggaan terbesarnya.

“Sama anak itu kita enggak pernah sakit hati. Ngelihat Verrell, Athalla sekarang udah mandiri, aku bersyukur banget ya. Jadi ibu tuh pengorbanan kita semua, anak-anak udah mandiri, udah berprestasi itu sudah lebih daripada cukup,” jelasnya.

Tawaran Menjadi Istri Kedua: Tegas Menolak Demi Marwah Perempuan

Di tengah perjalanan hidupnya, Venna Melinda pernah menerima tawaran yang cukup mengejutkan. Ia mengaku pernah diminta untuk menjadi istri kedua. Momen ini terungkap saat Venna menjadi bintang tamu dalam sebuah acara yang membahas isu pernikahan siri.

Pengakuan ini muncul ketika Venna menceritakan pengalamannya setelah delapan tahun menjanda pasca perceraiannya dengan Ivan Fadilla. “Aku nih kan kemarin sendiri nih yang pertama nih delapan tahun ada yang offering (menawari) aku, aku jadi istri kedua,” ungkapnya.

Meskipun ia mengakui bahwa istri kedua terkadang mendapatkan perhatian lebih, Venna dengan tegas menolak tawaran tersebut. Baginya, menjadi istri kedua bukanlah pilihan yang mencerminkan martabat seorang perempuan.

“Aku nggak mau. Padahal istri kedua biasanya kalau istri kedua kan lebih diperhatikan karena yang baru gitu ya,” tuturnya. “Tapi aku pikir ngapain? Dulu aja aku jadi istri pertama ngapain jadi istri kedua. Jadi artinya kita mau jadi istri kedua, istri pertama, istri ketiga, bukan perempuan, bukan marwahnya perempuan. Marwahnya perempuan tuh dicintai seorang,” tegasnya.

Venna juga memberikan pandangannya mengenai pernikahan siri, menyatakan preferensinya untuk menikah secara negara. Ia berargumen bahwa pernikahan siri berpotensi mengurangi hak-hak perempuan. “Kalau secara agama saja kita sebagai perempuan hak-hak kita kok kayaknya kurang bisa kuat. Iya kita kayak nggak punya hak aja,” beber ibu dua anak tersebut.

Kehilangan Ayah Tercinta: Momen Duka yang Mendalam

Awal tahun 2026 menjadi periode yang sangat berat bagi Venna Melinda. Ia harus menghadapi kenyataan pahit atas meninggalnya sang ayah, Jimmy Rekartono, pada Selasa, 6 Januari 2026. Kepergian sang ayah meninggalkan duka yang mendalam, terlihat jelas dari raut wajah Venna saat prosesi pemakaman di TPU Jeruk Purut.

Dalam balutan busana serba hitam, Venna tak kuasa menahan tangisnya. Ia tampak tertunduk lesu, menaburkan bunga dan membasuh pusara sang ayah dengan air mawar. Kata-kata lirih dan penuh penyesalan terucap dari bibirnya, “Selamat jalan ya pah. Maafin Mena (panggilan Jimmy untuk Venna) ya pah belum bisa bahagiakan Papa.”

Kepergian sang ayah terjadi secara mendadak. Jimmy Rekartono dikabarkan terjatuh dan pingsan saat berada di tempat pijat kesehatan di kawasan Jakarta Selatan. Kabar duka ini diterima Venna saat dirinya sedang berlibur di Bali.

“Jadi ceritanya itu ada petugas dari salah sebuah tempat, menghubungi Venna dan Maya. Karena dua kontak itu teratas di kontak papanya, mengabarkan kalau Papa Jimmy terjatuh dan pingsan. Yang pertama merespons adalah Venna Melinda,” cerita adik almarhum.

Venna menceritakan detik-detik ia menerima kabar duka tersebut. Awalnya ia mengira sang ayah hanya tertidur, namun petugas tersebut mengabarkan bahwa denyut nadi ayahnya sudah tidak ada. Kepanikan pun melanda Venna yang berada jauh dari ayahnya. Ia segera menghubungi keluarga dan kerabat untuk memastikan kondisi sang ayah.

“Di situ aku panik dan hubungi semuanya, engga diangkat karena pada kerja. Akhirnya aku hubungi Reza untuk cek Papa, dan Reza langsung hubungi keluarga dan ada perwakilan yang datang,” jelasnya.

Meski tidak bisa berada di sisi sang ayah saat detik-detik terakhir, Venna segera mencari tiket pesawat untuk kembali ke Jakarta dan mengantarkan jenazah ayahnya ke peristirahatan terakhir. Momen kehilangan ini menjadi pengingat betapa berharganya ikatan keluarga dan betapa pentingnya menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih.