Patrolmedia, Batam – Pj Sekretaris Daerah Pemprov Kepri, Luki Zaiman Prawira, mengklaim pertumbuhan ekonomi Kepri berada diangka 7,48%, sekaligus tertinggi di Sumatera dan ketiga nasional.
Ia mengatakan, dinamika pelaksanaan APBD Kepri 2025 tidak lepas dari isu yang bergulir sepanjang tahun, mulai dari penyesuaian anggaran hingga tekanan ekonomi global.
Namun, kata Luki, posisi APBD Kepri saat ini disebut semakin mendekati kondisi ideal seperti di tahun 2024.
“Isu dalam kinerja pelaksanaan APBD Kepri 2025 diwarnai berbagai hal yang terjadi di tahun 2025, namun sudah mendekati posisi di tahun 2024,” kata Luki, saat pertemuan dalam reses Komisi XI DPR RI di Aula Lt 5, Gedung Graha Kepri, Batam, Rabu (10/12/2025).
Menurutnya, capaian pertumbuhan itu menunjukkan roda ekonomi Kepri tetap bergerak solid, meski berbagai tantangan menerpa sepanjang 2025.
Luki menjelaskan, salah satu faktor yang menguatkan kinerja Kepri adalah karakter geografis daerah yang berbatasan dengan Selat Malaka.
Kawasan strategis ini menjadikan potensi kelautan Kepri sangat besar dan terus berkembang.
Potensi itu tidak hanya dari sektor perikanan yang mendukung kebutuhan pasar domestik dan ekspor, tetapi juga dari migas yang masih menjadi penyokong pendapatan daerah.
“Kondisi geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka menjadikan potensi kelautan di Kepri sangat besar,” kata Luki.
Pariwisata Dinilai jadi Magnet Utama
Kepri mencatatkan diri sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan mancanegara.
Luki mengatakan provinsi ini bahkan mendatangkan wisatawan asing terbanyak ketiga secara nasional, didorong akses maritim yang mudah serta ragam atraksi wisatanya.
Disamping itu, keberadaan kawasan Free Trade Zone (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun memberi kontribusi besar atas perekonomian daerah.






















