Anak Muda Batam Diingatkan Tak Asal Ikut Trend Kripto, Sekda: Jangan FOMO

Anak Muda di Batam
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah saat hadir di acara Digital Financial Literacy (DFL) di Politeknik Negeri Batam, Senin (31/8/2026). (Foto: Ist)

Patrolmedia, Batam – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah mewanti-wanti Anak muda Batam agar tidak asal ikut-ikutan (FOMO) dalam berinvestasi di aset digital seperti kripto.

​Pesan ini disampaikan Firmansyah saat hadir di acara Digital Financial Literacy (DFL) di Politeknik Negeri Batam, Senin (31/8/2026).

​”Jangan sampai karena FOMO (Takut Ketinggalan Trend), kita mengambil keputusan finansial tanpa memahami fundamental aset, risiko investasi, keamanan platform, maupun legalitasnya,” kata Firmansyah.

​Ia mejelaskan, teknologi keuangan seperti Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), kripto, tokenisasi Real-World Assets (RWA), hingga stablecoin telah mengubah cara transaksi dan investasi.

Namun, kemudahan ini harus diimbangi dengan pemahaman yang matang.

​Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 mencatat, penggunaan produk keuangan (inklusi) di kelompok pelajar dan mahasiswa mencapai 92,76%.

Sayangnya, pemahaman mereka (literasi) baru di angka 62,72 persen.

​”Artinya, anak muda kita sudah makin dekat dengan layanan keuangan, tapi belum semuanya paham cara menggunakannya secara bijak,” sebutnya.

​Melihat posisi strategis Batam sebagai pusat industri dan investasi, Firmansyah mendorong mahasiswa memanfaatkan peluang tersebut untuk menciptakan nilai ekonomi baru, bukan hanya menjadi konsumen.

​”Jangan hanya bertanya apa yang sedang trend. Tetapi bertanyalah apa yang fundamental, apa risikonya, dan bagaimana teknologi ini bisa menciptakan nilai,” katanya.

Disamping itu, ​ia juga mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menggelar acara tersebut.

Ia berharap sinergi pemerintah, kampus, dan industri berjalan demi melahirkan anak muda Batam yang paham finansial dan bijak bertransaksi digital.

“Batam tidak cukup menjadi kota yang cepat mengikuti perkembangan teknologi. Batam harus mampu melahirkan generasi muda yang menciptakan inovasi, membuka peluang, dan mengambil peran dalam menentukan arah ekonomi digital,” pungkasnya.

 

 

(Kml/Kml)