Doa Mohon Ampunan dalam Islam
Dalam kehidupan manusia, kesalahan dan kekhilafan adalah hal yang tidak dapat dihindari. Sebagai umat Muslim, meminta ampunan kepada Allah SWT merupakan bagian dari fitrah mereka agar segala dosa dan kesalahan bisa dihapuskan. Berdoa adalah cara untuk menyampaikan permohonan kepada Tuhan, namun terdapat waktu-waktu tertentu yang disebut sebagai “waktu mustajab” di mana doa lebih mungkin dikabulkan.
Salah satu doa yang sering dibaca oleh umat Muslim adalah Rabbana Faghfirlana Dzunubana wa Kaffir Anna Sayyiatina. Doa ini memiliki arti yang dalam dan mengandung makna penting bagi kehidupan spiritual seorang Muslim. Berikut adalah bacaan lengkap doa tersebut:
نَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا، وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ
Rabbana faghfirlana zunubana wa kaffir anna sayyiatina wa tawaffana maal abrar
Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.”
Doa ini diambil dari ayat Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 193, yang berbunyi:
رَبَّنَآ اِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُّنَادِيْ لِلْاِيْمَانِ اَنْ اٰمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَاٰمَنَّا ۖرَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَبْرَارِۚ
Rabbanā innanā sami‘nā munādiyay yunādī lil-īmāni an āminū birabbikum fa āmannā, rabbanā fagfir lanā żunūbanā wa kaffir ‘annā sayyi’ātinā wa tawaffanā ma‘al-abrār(i).
Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru pada keimanan, yaitu ‘Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,’ maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang selalu berbuat kebaikan.”
Adapun ciri-ciri orang yang bertakwa, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 133-134, salah satunya adalah segera memohon ampunan kepada Allah. Oleh karena itu, mengucapkan istighfar dan berdoa memohon ampunan sangat dianjurkan untuk diamalkan kapan saja.
Istighfar juga menjadi bagian dari zikir dan wirid sepanjang hari. Contohnya, Nabi Muhammad SAW yang senantiasa beristighfar setiap hari sebanyak lebih dari tujuh puluh kali. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya istighfar dalam kehidupan seorang Muslim.
Selain doa Rabbana Faghfirlana Dzunubana wa Kaffir Anna Sayyiatina, Al-Qur’an juga mengajarkan doa-doa lain yang dapat digunakan untuk memohon ampunan. Misalnya, doa yang dibaca oleh Nabi Adam AS, yang berbunyi:
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Qālā rabbanā ẓalamnā anfusanā wa illam tagfir lanā wa tarḥamnā lanakūnanna minal-khāsirīn(a).
Artinya: “Keduanya berkata, ‘Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.’ (QS al-A’raf: 23).”
Adab Berdoa Agar Doa Dikabulkan
Untuk memastikan doa yang kita panjatkan dikabulkan, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Niat yang ikhlas
- Berdoa dengan penuh harap
- Diliputi rasa yakin dan sungguh-sungguh
- Terus semangat berdoa
- Menjauhi harta dan makanan haram
- Melakukan taubat
- Memanjatkan pujian untuk Allah SWT
- Berdoa di waktu mustajab
- Menghadap ke kiblat
- Menggunakan suara yang lemah dan lembut
Dengan memperhatikan adab-adab tersebut, doa yang kita panjatkan akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.






















