PT PLN (Persero) melakukan pergantian pucuk pimpinan pada Rabu, 14 Oktober. Darmawan Prasodjo dicopot dari posisi Direktur Utama dan sementara digantikan oleh Suroso Isnandar, yang saat ini menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. Pergantian ini terjadi ketika perusahaan pelat merah tersebut tengah menjadi sorotan akibat padamnya listrik di Batam selama belasan jam pada Senin, 12 Oktober.
Informasi pergantian itu dibenarkan Komisaris Independen PLN, Andi Arief. Ia menyampaikan bahwa keputusan tersebut sudah berlaku dan kursi dirut kini dipegang sementara oleh Suroso. Menurut Andi, perubahan di jajaran teratas PLN dibahas dalam rapat yang digelar secara daring dan diikuti oleh direksi, komisaris, serta BP BUMN. “Iya, ada pergantian. Pak Darmawan digantikan Pak Suroso,” ujar Andi kepada kumparan pada Rabu, 14 Oktober.
Di hari yang sama, Suroso juga dipanggil menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Presiden, Jakarta. Pertemuan itu membahas gangguan kelistrikan di Batam yang sebelumnya memicu pemadaman panjang. Dalam agenda tersebut, Suroso hadir bersama CEO Danantara, Rosan Roeslani, menandakan persoalan listrik di Batam menjadi perhatian pemerintah pusat.
Usai pertemuan, Suroso menyebut Presiden Prabowo meminta adanya pembenahan di tubuh PLN. Ia mengakui perusahaan masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan listrik nasional. Salah satu fokus pembenahan itu adalah persoalan di Batam, yang menurutnya masih membutuhkan perbaikan agar pelayanan ke masyarakat tidak kembali terganggu.
Suroso menjelaskan, gangguan listrik di Batam berkaitan dengan kerusakan pada salah satu transformator. Insiden itu menyebabkan pemadaman dan menurunkan kualitas layanan kepada pelanggan. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi pengingat bagi PLN untuk memperkuat kesiapan sistem dan keandalan pasokan, khususnya di daerah yang pertumbuhan kebutuhannya terus naik.
Perubahan kepemimpinan di PLN ini menambah perhatian publik terhadap langkah perbaikan di sektor kelistrikan. Selain memastikan pemulihan layanan di Batam, perusahaan juga dihadapkan pada tantangan menjaga stabilitas pasokan listrik di berbagai daerah seiring kebutuhan energi yang terus bertambah. Pergantian Darmawan ke Suroso menempatkan tugas besar itu di tangan manajemen baru, setidaknya untuk sementara waktu.






















