Hukum  

Pengacara TPUA Minta Jokowi Fokus di Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Ahmad: Tak Perlu ‘Playing Victim’

Ijazah Palsu
Kuasa
Ijazah Palsu
Kuasa hukum Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Ahmad Khozinudin mendampingi 3 kliennya yang diperiksa Polda Metro Jaya hari ini, Senin 28 Juli 2025. (Foto: Liputan6). 

Patrolmedia, Jakarta -:- Kuasa hukum Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Ahmad Khozinudin, menegaskan kubu Joko Widodo atau Jokowi agar tidak mengedarkan fitnah dengan mengatakan ada orang besar dibalik kasus dugaan ijazah palsu.

Ahmad mengajak Jokowi untuk fokus pada kasus dugaan ijazah palsu yang ia laporkan sendiri ke Polda Metro Jaya.

“Tidak perlu melakukan playing victim, punya perasaan politik, seolah-olah ingin di-downgrade, punya feeling ada orang besar, tidak perlulah,” kata Ahmad Khozinudin di Polda Metro Jaya, Senin (28/7/2025), dikutip dari siaran live Kompas TV.

Ia menegaskan, kalau Jokowi ingin ringkas mengakhiri polemik ijazah palsu, maka harus menunjukkan ijazah S1 terbitan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang asli kepada publik.

“Tapi dengan catatan, memang kalau ada, karena kalau ada tunjukkan selesai,” ucapnya.

“Bukan malah membuat narasi agitasi yang tidak relevan dengan pembuktian keaslian ijazah, misalnya sibuk dengan reuni reunian. Karena keaslian ijazah tidak bisa di konfirmasi dengan reuni,” ungkapnya.

Malahan, lanjut Ahmad, pernyataan Jokowi saat menghadiri reuni angkatan 1980 Fakultas Kehutanan UGM pada Sabtu (26/7/2025) lalu, dinilai kacau balau.

“Dan statementnya belakangan kacau balau ya, justru itu merusak proses hukum yang sedang dijalankan aparat di penyidik Polda Metro Jaya,” katanya.

Disamping itu, pihaknya juga ingin memastikan kebenaran ijazah SMA dan S1 UGM Jokowi yang menurut Ahmad, “konon” katanya sudah disita penyidik Polda Metro Jaya.

“Nanti kami akan liat, apakah saksi-saksi sebelum diperiksa, ditunjukkan sebuah dokumen ijazah S1 dan SMA milik Jokowi, lalu ditanyakan apakah saudara pernah melihat ijazah ini, apakah saudara setelah melihat ijazah ini yakin asli dan seterusnya,” jelas Ahmad.

“Dari situ baru kita bisa meyakini, bahwa memang ijazah itu disita, tapi belum sampai tahap apakah ijazah itu asli atau tidak,” lanjutnya.

Ia pun mengimbau agar secara bersama menjaga Polda Metro Jaya yang dikabarkan telah menyita ijazah asli Jokowi.

“Karena kabar tentang ijazah saudara Joko Widodo yang sudah disita di Polda Metro Jaya, harus kita kawal bersama,” pesannya.

Menurutnya, pengawalan itu mengingat banyak kasus sedang menangani perkara besar yang berujung terjadi insiden kebakaran.

“Misalnya di Kejaksaan Agung sedang menangani kasus besar, kantornya kebakaran, kami khawatir nangani ijazah palsu saudara Jokowi, ijazahnya disita Polda Metro Jaya, lalu ruang Polda Metro Jaya kebakaran,” kata Ahmad mengingatkan.

“Lalu tak bisa dilanjutkan barang bukti hilang karena kebakaran, lalu ambyar, tidak,” sambungnya.

Untuk itu, ia bersama TPUA ingin memastikan kasus ijazah palsu tersebut bisa terungkap.

Karena, hal itu berkaitan dengan legacy bangsa Indonesia yang akan diwariskan ke generasi berikutnya.

“Kita bicara soal Indonesia ke depan, kita bicara legacy warisan Indonesia untuk masa yang akan datang, untuk anak cucu kita dan generasi selanjutnya,” ucap Ahmad.

Terkini Kasus Dugaan Ijazah Palsu

 

Ahmad Khozinudin mengumumkan 3 kliennya hari ini Senin (28/7/2025), diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penghasutan terkait tudingan ijazah palsu Jokowi.

Mereka adalah aktivis Yulia Widia Ningsih, aktivis Rahmat Himran, dan YouTuber Sunarto.

Jokowi sendiri telah diperiksa penyidik Polda Metro Jaya di Mapolresta Solo pada 23 Juli 2025 selama 3 jam dan menjawab 45 pertanyaan.

Pemeriksaan itu digelar atas laporan Jokowi terkait tuduhan ijazah palsu yang ia layangkan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (30/4/2025). (Erwin)