
Patrolmedia, Gaza City – Tak kenal ampun, militer Israel tembak mati 32 warga sipil di Gaza dalam operasi yang dilancarkan pasukan Zionis.
Data dari Badan Pertahanan Sipil Gaza menyebutkan, 8 dari korban tewas adalah warga yang jadi korban 2 serangan brutal terhadap sekolah-sekolah di Kota Gaza, tempat yang justru dijadikan perlindungan bagi ribuan orang.
“Orang-orang sudah tidak punya tempat aman. Mereka bertahan hidup di sekolah dan gedung publik. Tapi itu pun tetap disapu (dibunuh),” kata Mahmud Bassal, jubir pertahanan sipil Gaza, Sabtu (5/7/2025), dikutip AFP.
Tidak berhenti di situ. 8 korban lainnya tewas dalam serangan di dekat pusat distribusi bantuan di Gaza selatan.
Pusat itu merupakan tempat orang-orang berebut sembako dan air bersih. Militer Israel, saat ditanya soal ini, tak mau berkomentar, mereka berdalih dengan meyebut tidak ada koordinat.
Yang bikin tambah absurd, serangan ini datang hanya beberapa jam setelah Hamas menyatakan siap masuk meja perundingan.
Padahal, Hamas menyatakan kesiapannya untik negosiasi segera soal proposal gencatan senjata dari AS.
Tapi pasukan Zionis terus saja membabi buta membunuh warga sipil dan soal gencatan senjata, mereka tak memberi keputusan, kata salah satu pejabat Palestina.
Sekadar mengingatkan, perang ini meletus gara-gara serangan Hamas ke Israel Oktober 2023 lalu, yang menewaskan 1.219 orang, mayoritas warga sipil.
Tapi balasan Israel tembak mati warga Palestina jauh lebih buas, lebih dari 57.000 orang di Gaza sudah tewas, sebagian besar juga rakyat biasa. Yang tidak pegang senjata. Yang cuma mau hidup.
(Ft)






















