Kemensos Gesa Pembangunan Sekolah Rakyat Ditengah Libur Lebaran

Kemensos Gesa Pembangunan
Mensos Gus Ipul bersama Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya meninjau kesiapan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi yang akan menjadi salah satu lokasi berdirinya Sekolah Rakyat pada Sabtu (8/3/25). (Foto: Kemensos)
Kemensos Gesa Pembangunan
Mensos Gus Ipul bersama Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya meninjau kesiapan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi yang akan menjadi salah satu lokasi berdirinya Sekolah Rakyat pada Sabtu (8/3/25). (Foto: Kemensos)

Patrolmedia, Jakarta -:- Kemensos gesa pembangunan Sekolah Rakyat yang target rampungnya direncanakan awal Juli 2025.

Di tengah suasana libur lebaran, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama jajarannya tetap bekerja berupaya menuntaskan seluruh persiapan pendirian Sekolah Rakyat, salah satunya dengan menggelar rapat secara daring.

“Manfaatkan betul di Mei dan Juni ini untuk memastikan dan menetapkan guru dan siswa. Juga kebutuhan lainnya yang mendesak untuk segera diputuskan,” kata Saifullah saat rapat pembahasan Sekolah Rakyat via daring pada Jumat (28/3/25) sore, seperti dilansir Kemensos.

Gus Ipul panggilannya, menekankan pentingnya percepatan proses pendirian Sekolah Rakyat agar target yang telah ditetapkan dapat berjalan sesuai rencana.

“Supaya titik-titik lokasi (Sekolah Rakyat), baik berupa bangunan maupun tanah bisa disurvei. Kalau perlu geo tagging-nya disiapkan dalam 3 hari ke depan,” ucap Gus Ipul, menyoal kemensos gesa pembangunan sekolah rakyat.

Sekjen Kemensos, Robben Rico mengingatkan seluruh koordinator satuan tugas yang ditunjuk untuk mempersiapkan Sekolah Rakyat agar terus melaporkan perkembangannya setiap hari.

“Saya minta report-nya setiap hari dari teman-teman. Terima kasih sudah meminjamkan waktunya pada rapat ini meski di saat perjalanan mudik,” kata Robben.

Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Supomo melaporkan, setidaknya telah ada 485 Pemda yang menjalin komunikasi secara intens dengan Kemensos terkait kesiapan pembangunan sekolah rakyat program Presiden Prabowo itu.

Dari 485 Pemda, 202 telah menyerahkan proposal kesanggupan disertai kesiapan lahan dan ada juga yang telah menyiapkan bangunannya.

“Beberapa perguruan tinggi juga siap, untuk Kemensos kami sudah siap 41 bangunan untuk sekolah rakyat,” ujarnya.

41 bangunan Kemensos tersebut mencakup 33 bangunan sentra, 5 balai diklat, 1 pusdiklat dan 1 poltekessos.

Editor: Fatmi Rahim