Hamas Tunda Bebaskan Sandera, Israel Dianggap Langgar Kesepakatan

Trump berencana mengambil alih kendali Gaza dan mengubahnya menjadi "Riviera Timur Tengah".

Hamas Tunda Bebaskan Sandera
3 Tawanan Israel dikawal militan Hamas di atas panggung sebelum diserahkan kepada Palang Merah di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Sabtu, 8 Februari 2025. (Foto AP/Abdel Kareem Hana)
Hamas Tunda Bebaskan Sandera
3 Tawanan Israel dikawal militan Hamas di panggung jelang diserahkan ke Palang Merah di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Sabtu, 8 Februari 2025. (Foto AP/Abdel Kareem Hana)

Patrolmedia, Yerusalem -:- Hamas menunda pembebasan sandera Israel yang seharusnya akan diserahkan pada Sabtu depan (15/2/25).

Hamas menyebut Israel telah melanggar gencatan senjata dari kesepakatan yang dibuat sebelumnya.

Penundaan diumumkan lantaran warga Palestina dan komunitas internasional geram dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump.

Trump menyebut warga Palestina di Gaza tidak memiliki hak kembali karena rencananya untuk menguasai wilayah itu.

Di media sosial, Juru bicara Hamas Abu Obeida mengatakan Israel telah menghalangi ketentuan utama gencatan senjata dengan tidak mengizinkan warga Palestina kembali ke Gaza Utara, melansir AP, Selasa (11/2/25).

Abu Obeida menyebut Israel juga melakukan serangan di seluruh wilayah dan gagal memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan.

Dalam wawancaranya dengan FOX News, Trump berkomentar rencananya agar AS mengambil alih kendali Gaza dan mengubahnya menjadi “Riviera Timur Tengah”.

Trump juga meningkatkan tekanan pada negara-negara Arab, terutama sekutu AS, Yordania dan Mesir, untuk menerima warga Palestina dari Gaza yang mengklaim wilayah tersebut sebagai bagian dari tanah air masa depannya.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin (10/2/25) mengakhiri sistem kontroversial yang memberikan tunjangan kepada keluarga tahanan Palestina, termasuk mereka yang dihukum karena serangan mematikan di Israel.

Hal itu dilakukannya dalam upaya memperbaiki hubungan dengan pemerintahan Trump.

Sistem baru yang diumumkan Abbas, keluarga napi tetap memenuhi syarat mendapat bantuan pemerintah, tetapi hanya bergantung pada kebutuhan finansial mereka.

Sebelumnya, pembayaran ditentukan berdasarkan lama waktu narapidana berada di penjara.Sistem ini juga akan ditransfer dari pemerintah Palestina ke yayasan luar.

Hamas tunda bebaskan sandera Israel