
“Untuk subsidi kontrakan sudah diberikan sebelumnya. Ini bentuk tanggung jawab sosial PT TPM ke warga terdampak dan yang belum punya tempat tinggal,” ujarnya.
Eka menambahkan, saat ini hunian relokasi warga Tembesi di Sei Daun, Piayu sudah memiliki status siap huni.
Sebanyak 565 Kaveling Siap Bangun (KSB) dan sekitar 70% atau 400-an kaveling sudah dibagikan ke warga yang telah pindah dari alokasi lahan PT TPM, termasuk Tembesi Tower.
“Sesuai dengan peruntukan permukiman, warga mendapat kepastian hukum berupa sertifikat lahan. Kami juga sediakan fasilitas pendukung seperti air, listrik dan Mesjid,” ujarnya.
Hunian baru warga Tembesi Tower itu berada di lokasi yang strategis, dekat dengan Batu Aji, pasar serta pertokoan yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari hunian mereka.
“Di area ini sudah ada bangunan sekolah dan fasilitas umum lainnya. Kami berharap ini akan mempermudah warga yang telah pindah ke Sei Daun,” tutupnya.
Panbil Group melalui PT TPM selaku unit usaha pengembang dan pengelola kawasan melakukan aktivitas persiapan untuk pembangunan kawasan industri di atas lahan seluas 100 hektar di Tembesi, Kecamatan Sagulung.
Pengembangan ini telah direncanakan secara matang, dengan alokasi yang diperoleh dari BP Batam.
Area ini rencananya bakal dipakai untuk Kawasan Industri yang berfokus pada jenis industri elektronik.
Nantinya, diperkirakan akan membuka peluang kerja dengan menyerap sebanyak 30 ribu tenaga kerja.
Tentu saja hal ini dapat menjadi dampak positif bagi masyarakat Kota Batam dan sekitarnya.
Kini, PT TPM telah membidik para investor dari Singapura, Jepang, Jerman dan Amerika untuk berinvestasi di industri tersebut.
Kawasan itu dirancang sebagai salah satu area industri dengan konsep Eco Low-Carbon Industrial Park atau ramah lingkungan. (Erwin)






















