OJK dan BEI Sosialisasikan Pasar Modal di Batam

OJK dan BEI Sosialisasikan Pasar Modal
Direktur

OJK dan BEI Sosialisasikan Pasar Modal

Meski beberapa indikator Pasar Modal menunjukkan peningkatan kinerja secara umum, namun kinerja Reksa Dana masih mengalami sedikit penurunan.

Sampai pada 2 Nov 2022, total NAB Reksa Dana menurun sebesar 10,34% dari Rp578,44 triliun per 30 Desember 2021 menjadi Rp518,64 triliun.

Sementara itu, total Asset Under Management juga mengalami penurunan sebesar 2,60% dari sebelumnya sebesar Rp850,73 triliun menjadi Rp828,62triliun.

Selanjutnya, terkait dengan perkembangan Pasar Modal syariah, pada 3 November 2022, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup pada 206.81 poin naik sebesar 9.41% dibandingkan indeks ISSI pada 30 Desember 2021 sebesar 189.02 poin.

Beralih ke Sukuk Korporasi, selama Januari hibgga 28 Oktober 2022, terdapat penerbitan untuk 215 seri Sukuk Korporasi dengan total nilai sebesar Rp40.36 triliun.

Dibanding data akhir 2021 yang hanya menerbitkan Sukuk sebanyak 189 dengan total nilai emisi sebesar Rp34.77 triliun.

Namun demikian, jumlah Reksa Dana syariah mengalami penurunan, dari sebelumnya 289 menjadi 271 RD per 28 Oktober 2022.

Sebagai bentuk komitmen OJK dalam mewujudkan pasar modal yang teratur, wajar efisien serta melindungi kepentingan investor dan masyarakat.

OJK telah menetapkan 5 pilar arah pengembangan pasar modal ke depan meliputi:

– Akselerasi pendalaman pasar melalui keberadaan variasi produk dan layanan jasa sektor keuangan yang efisien

– Akselerasi program yang berkaitan dengan keuangan berkelanjutan

– Penguatan peran pelaku industri dalam pengembangan sektor keuangan yang sejalan dengan best practice dan market conduct

– Peningkatan serangkaian upaya dalam rangka perlindungan konsumen

– Memperkuat layanan keuangan digital untuk penguatan kredibilitas sektor keuangan dan peningkatan kepercayaan masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan SEPMT ini, OJK bersama SRO terus mendorong perusahaan potensial di wilayah Kepulauan Utara untuk dapat memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan perusahaan melalui IPO (go public).