OJK dan BEI Sosialisasikan Pasar Modal di Batam

OJK dan BEI Sosialisasikan Pasar Modal
Direktur

OJK dan BEI Sosialisasikan Pasar Modal

OJK dan BEI Sosialisasikan Pasar Modal

Ia mengatakan, ada 4 alasan yang menjadi dasar bagi pemerintah cukup optimis dengan kondisi ekonomi Indonesia ke depan.

Hal itu juga disampaikan Presiden Jokowi pada Pidato kenegaraannya di momen HUT ke-77 Republik Indonesia (RI) diantaranya:

– Indonesia menjadi salah satu dari 5 negara yang berhasil mengendalikan covid-19.

– APBN Surplus sebesar Rp106 Triliun.

– Inflasi di tanah air terkendali sebesar 4,9% dibanding rata-rata inflasi ASEAN sebesar -7% dan inflasi negara-negara maju sebesar –9%,

– Pertumbuhan ekonomi bergerak positif.

“Bahkan, ekonomi RI pada Kuartal III 2022 ini tumbuh 5,72% berdasarkan pengumuman Kepala BPS siang ini,” sebutnya.

Terkait stabilitas, lanjut Ona, kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2022, masih mencatat pertumbuhan positif dan cukup menggembirakan.

Bahkan di kuartal III tahun 2022, pertumbuhan IHSG maupun nilai kapitalisasi pasar telah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah yakni IHSG di level 7.318,016 pada 13 September 2022.

“Sedangkan nilai kapitalisasi pasar menyentuh Rp9.560 triliun pada 15 September 2022,” paparnya.

Sebagai gambaran, per tanggal 3 November 2022, IHSG sudah kembali menguat dan berada pada posisi 7.034.57 poin atau naik sebesar 6,88% (ytd).

Sementara itu, nilai market capitalization juga telah meningkat menjadi Rp9.399 triliun atau naik sebesar 13,12% (ytd).

Sepanjang 2022, OJK telah mengeluarkan surat Pernyataan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum untuk 191 emisi yakni terdiri dari:

– 52 Penawaran Umum Perdana Saham
– 24 Penawaran Umum Terbatas
– 18 Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk
– 97 Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk di tahap I dan tahap II, dengan total keseluruhan nilai hasil Penawaran Umum sebesar Rp228,52 triliun.

Dari 191 kegiatan emisi itu, 58 diantaranya
emiten baru (50 Emiten Saham dan 8 Emiten Obligasi/Sukuk).

Dari sisi demand, juga terjadi pertumbuhan yang sangat signifikan. Sampai dengan 3 November 2022, jumlah SID tercatat sebanyak 10,00 juta atau meningkat sebesar 33,53%% dari akhir Desember 2021 lalu yang hanya tercatat sebanyak  7,49 juta SID.