Seharusnya, seluruh kader Gerindra di Kabupaten Solok membela Jon Firman Pandu dan memberi pendidikan politik yang baik ke masyarakat, terutama generasi muda di Kabupaten Solok.
“Seharusnya memberikan pendidikan politik bahwa Gerindra berjuang untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi-pribadi,” jelasnya.
Sebelumnya, Septrismen mengapresiasi dan bangga dengan Epyardi Asda yang meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2021 oleh BPK RI.
“BPK menilai bukan asal-asalan saja, mereka itu adalah orang-orang profesional dalam memberikan WTP. Mereka menilai tentu ada indikator. Kalau soal Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) APBD itu hal biasa, semua daerah mengalami hal itu kok,” kata Septrismen.
Septrismen berharap, dengan raihan WTP itu, semua pihak dapat mendukung, bukan saling menjatuhkan dan mencari-cari kesalahan.
Menurutnya, dengan WTP, menujukkan bahwa Pemkab Solok sudah menjalankan pemerintahan yang bersih setelah mendapat pertimbangan oleh BPK.
“Kita harus bersyukur. Karena dengan 5 kali berturut-turut tentu kita akan mendapatkan tambahan dana insentif dari pemerintah pusat. Jadi ini patut kita syukuri, dan bukan mencari-cari kesalahan” kata Septrismen.
“Mari terus bergerak bersama membangun Kabupaten Solok ini. Bukan saling mencari-cari keburukan,” tambah dia lagi.
Penulis: Niko Irawan
Editor: Erwin Syahril




















