Madra menyebut, usai masa reses sidang ke-2 atau pekan depan, pihaknya bakal memanggil dinas terkait yang selalu membuat gaduh dan bermain politik dalam konteks dinamika yang terjadi saat ini.
“Seperti Dinas Kominfo, yang bertanggungjawab terhadap gambar Bupati Solok di sejumlah baliho milik Pemkab Solok, yang hanya gambar Bupati yang dipajang bersama istri Bupati. Lalu, kemana gambar Wakil Bupati, apakah Wakil Bupati bukan atasan mereka juga?” beber Madra.
Kepada Iriadi, Madra berpesan agar persoalan dugaan mahar politik diselesaikan secara baik-baik.
“Beliau (Iriadi) orang baik, jangan sampai itikad baik nya membangun Kabupaten Solok ditunggangi kepentingan politik yang pragmatis dan seolah-olah ada orang tertentu yang memanasi beliau,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Solok, Teta Midra ikut-ikutan bicara soal dugaan mahar politik dari Iriadi dan menjawab tudingan Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra soal jalannya pembangunan di Kabupaten Solok.
“Kita di pemerintahan tidak ada masalah, kita semua “adem ayem” saja. Tidak ada proses pembangunan yang terganggu, pelaksanaanya pun sesuai dengan perencanaan,” kata Teta
Sabtu (21/05/2022).
“Kemudian, kalau ada gonjang-ganjing mahar politik atau ada di antara mereka tersebut yang berkemungkinan sedang berurusan dengan persoalan hukum ataupun kepentingan pribadi, maka tidak pada tempatnya hal itu digeneralisasi menjadi permasalahan di tubuh Pemkab Solok,” sambungnya.
Penulis: Niko Irawan
Editor: M Ichsan






















