Bisnis  

Perdagangan Saham di BEI 2021 Resmi Ditutup, Jumlah Investor Meningkat 92,7%

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlanga Hartarto resmi menutup perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia BEI pada 2021 dan diikuti seluruh pelaku pasar secara virtual, Kamis (30/12/2021).

Sejak 16 Desember 2021, KSEI telah mendapat ijin prinsip dari Bank Indonesia sebagai peserta BI-FAST.

Dengan menggunakan BI- FAST, maka biaya transfer antar bank maksimal hanya Rp2.500.

Pada 17 Desember 2021, KSEI telah menerapkan ISO 37001 mengenai Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Pada 2021, terdapat 31 perusahaan efek yang memiliki aplikasi pembukaan rekening online.

Pertengahan 2021, KSEI mencatat tonggak sejarah dengan menyelesaikan pengembangan e-voting dan live streaming untuk menyempurnakan EASY sebagai platform elektronik RUPS.

Usia investor pasar modal Indonesia yang didominasi generasi Milenial dan Gen-Z menjadi salah satu alasan maraknya pengembangan serta proses digitalisasi di pasar modal selama beberapa waktu terakhir.

Peran platform financial technology (fintech) semakin penting untuk investasi di pasar modal.

Hal itu dibuktikan dengan data KSEI bahwa lebih dari 73,99% investor memiliki rekening investasi di selling agent fintech.

Jumlah volume transaksi subscription oleh selling agent fintech mendominasi transaksi Reksa Dana dengan peningkatan sebesar 125% dari 8,08 juta pada 2020 menjadi 18,23 juta per 28 Desember 2021.

Sumber: BEI Kepri
Editor: Erwin Syahril