Bisnis  

Perdagangan Saham di BEI 2021 Resmi Ditutup, Jumlah Investor Meningkat 92,7%

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlanga Hartarto resmi menutup perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia BEI pada 2021 dan diikuti seluruh pelaku pasar secara virtual, Kamis (30/12/2021).

Dukungan juga diberikan kepada Perusahaan Tercatat dan Calon Perusahaan Tercatat berupa relaksasi Initial Listing Fee (ILF), serta dukungan Pengembangan Pasar untuk kegiatan Edukasi atau Inklusi.

Kemudian, mendukung pengembangan pasar modal berkesinambungan, BEI bersama OJK dan SRO secara aktif mengedepankan program terkait Ekonomi Hijau atau Environmental, Social & Governance (ESG).

Tahun 2021 pula, BEI meluncurkan Decision Support System (DSS) tahap II pada 19 Januari.

Kemudian, peluncuran Klasifikasi Industri Baru (IDX-IC) pada 25 Januari 2021.

Selanjutnya, peluncuran aplikasi Whistle Blowing System (WBS) sebagai sarana pelaporan informasi bagi publik terkait tindakan yang bertentangan dengan Tata Kelola perusahaan.

BEI juga berhasil meraih sertifikasi ISO 27001: 2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), berdasarkan audit Desember 2021 oleh Lembaga Sertifikasi British Standards Institution (BSI).

BEI juga melakukan enhancement e-IPO, peluncuran indeks IDX-MES BUMN 17, peluncuran Enhancement SPPA terkait kuotasi Dealer Utama dan penyempurnaan UX sistem, serta peluncuran Daftar Efek Bersifat Ekuitas dalam Pemantauan Khusus (Notasi Khusus “X”).

BEI juga senantiasa melakukan pengembangan Pasar berhasil meraih penghargaan The Best Islamic Capital Market pada GIFA Awards, 3 tahun berturut-turut.

Selanjutnya, September 2021, terdapat PT BJB Sekuritas Jawa Barat sebagai Perusahaan Efek Daerah (PED) Pertama dan PT Mandiri Sekuritas sebagai AB sponsor pertama PED di BEI.

Saat ini BEI melaksanakan penyesuaian metodologi pembobotan indeks di BEI yang sebelumnya menggunakan Capped Adjusted Free Float Market Capitalization menjadi berdasarkan free float dan telah dilakukan bertahap sejak Juni 2021 hingga Mei 2022.