Perombakan Pimpinan Badan Gizi Nasional: Nanik Sudaryati Deyang Ditunjuk sebagai Kepala Baru
Presiden Prabowo Subianto telah resmi melakukan perombakan signifikan di jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Nanik Sudaryati Deyang ditunjuk sebagai Kepala BGN yang baru, menggantikan pimpinan sebelumnya. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Istana Negara pada Selasa (2/6/2026) malam.
Dalam restrukturisasi ini, Presiden juga mengakhiri masa tugas Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Untuk mengisi kekosongan tersebut, Presiden menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Keduanya akan bekerja bersama Nanik S. Deyang dalam memimpin dan mengimplementasikan berbagai program lembaga tersebut.
Jejak Karier Nanik Sudaryati Deyang: Dari Jurnalis Hingga Pimpinan Lembaga Negara
Nanik Sudaryati Deyang, yang lahir di Madiun pada 3 Januari 1968, memiliki latar belakang karier yang sangat beragam. Ia merupakan alumni Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) angkatan 1983. Perjalanan profesionalnya dimulai di dunia jurnalistik. Berbekal ilmu dari bangku kuliah, Nanik mengawali kariernya sebagai seorang wartawan di Tabloid Bangkit.
Kiprahnya di industri media terbilang sangat cemerlang. Berdasarkan catatan Data Pers tahun 2014, Nanik pernah menduduki berbagai posisi penting. Ia menjabat sebagai Pemimpin Umum Majalah Femme, serta pernah memegang posisi Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan. Tidak hanya itu, rekam jejaknya juga mencakup peran sebagai komisaris di beberapa perusahaan media terkemuka, termasuk Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic. Pengalamannya dalam mengelola media memberikannya pemahaman mendalam tentang komunikasi dan manajemen informasi.
Titik balik signifikan dalam karier Nanik terjadi ketika ia memutuskan untuk merambah dunia politik. Ia dikenal sebagai salah satu figur yang memiliki kedekatan dan kepercayaan dari Presiden Prabowo Subianto. Peran pentingnya terlihat jelas pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, di mana ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) untuk pasangan calon presiden Prabowo-Sandiaga Uno.
Setelah kemenangan Presiden Prabowo pada Pilpres 2024, karier Nanik di pemerintahan mengalami peningkatan yang pesat. Berikut adalah beberapa posisi yang pernah diembannya dalam periode singkat:
- 2024–2025: Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
- Juni 2025: Menduduki posisi Komisaris Independen di PT Pertamina (Persero), salah satu perusahaan energi terbesar di Indonesia.
- September 2025: Diangkat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, sebuah peran yang menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuannya dalam bidang yang berkaitan dengan kesehatan dan nutrisi.
- Juni 2026: Puncak kariernya di BGN, di mana ia dilantik secara resmi sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Catatan Kontroversi dan Sorotan Publik
Di balik perjalanan karier politiknya yang terbilang cepat dan cemerlang, Nanik Sudaryati Deyang tidak lepas dari sorotan publik. Salah satu momen yang sempat menjadi perbincangan hangat adalah pada tahun 2018, ketika mencuatnya kasus kebohongan yang melibatkan Ratna Sarumpaet.
Pada saat itu, Nanik memainkan peran sebagai pihak yang menyampaikan informasi kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai kabar penganiayaan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet. Namun, kabar tersebut belakangan terbukti sebagai berita bohong atau hoaks. Akibat dari keterlibatannya dalam penyampaian informasi tersebut, Nanik sempat dipanggil oleh penyidik Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Kejadian ini menjadi catatan penting yang turut mewarnai perjalanan publiknya.
Tantangan Berat Menanti di Badan Gizi Nasional
Pengangkatan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional datang di tengah tekanan publik yang cukup besar. Lembaga ini memiliki tanggung jawab krusial dalam memastikan kesehatan dan gizi masyarakat, terutama anak-anak Indonesia.
Saat ini, program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo, yaitu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tengah menghadapi berbagai tantangan dan sorotan. Laporan mengenai kasus keracunan makanan yang menimpa para siswa di beberapa wilayah, seperti yang terjadi di Kadungora, Garut, telah menimbulkan kekhawatiran publik yang luas. Insiden-insiden semacam ini menuntut penanganan yang serius dan komprehensif.
Masyarakat kini menantikan langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh kepemimpinan Nanik S. Deyang. Perhatian utama tertuju pada upaya perbaikan tata kelola program, peningkatan standar keamanan pangan, serta penguatan sistem pengawasan untuk melindungi jutaan anak Indonesia dari risiko kesehatan.
Ujian nyata bagi Nanik, seorang jurnalis senior yang kini dipercaya memegang tampuk pimpinan tertinggi Badan Gizi Nasional, adalah kemampuannya dalam melakukan konsolidasi internal di BGN. Selain itu, penguatan koordinasi yang efektif dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait juga akan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan besar ini. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada bagaimana ia mampu menerjemahkan pengalaman dan pengetahuannya untuk menciptakan sistem gizi yang lebih aman, sehat, dan terjamin bagi seluruh rakyat Indonesia.






















