Untuk rencana strategis 2022, KPEI menyusun beberapa program di antaranya implementasi CCP untuk Transaksi Derivatif SBNT OTC.
Kemudian, pengembangan kliring untuk perdagangan karbon, pengembangan sistem collateral management terintegrasi, penyesuaian sistem operasional terhadap perubahan client code.
Terakhir, pengembangan shortcut settlement (perubahan rekening penerima hasil settlement), dan peningkatan kapasitas sistem e-CLEARS tahap-2.
Selain KPEI, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat beberapa pencapaian berdasarkan kinerja operasional maupun data statistik sepanjang 2021.
Pada 30 November 2021, KSEI meraih gelar sebagai salah satu sub registry terbaik versi Bank Indonesia, dari keseluruhan 16 anggota sub registry yang mengatur ketatausahaan surat berharga negara (obligasi pemerintah, sukuk ritel, obligasi negara ritel, dll).
KSEI juga meraih gelar sebagai Kustodian sentral terbaik di Asia Tenggara untuk yang keempat kalinya.
Sebelumnya KSEI mendapat penghargaan yang sama pada 2016, 2018, dan 2019. Gelar Kustodian sentral terbaik di Asia Tenggara berhasil diraih KSEI atas inovasi yang dilakukan sepanjang 2020-2021 serta rencana pengembangan di masa mendatang.
Pencapaian KSEI lainnya berhubungan dengan upaya untuk menjaga reputasi KSEI selaku institusi yang kredibel.
Pada 10 Juni 2021, KSEI bersama dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melakukan penandatanganan Perjanjian Penggunaan Layanan Jasa Sistem Multi Investasi Terpadu (S-MULTIVEST).
KSEI berkomitmen menyediakan infrastruktur serta sistem dan mekanisme pencatatan pengelolaan Dana Tapera, termasuk dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) selaku Bank Kustodian.






















