Bisnis  

Perdagangan Saham di BEI 2021 Resmi Ditutup, Jumlah Investor Meningkat 92,7%

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlanga Hartarto resmi menutup perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia BEI pada 2021 dan diikuti seluruh pelaku pasar secara virtual, Kamis (30/12/2021).

Sementara kapitalisasi pasar pada 29 Desember 2021 mencapai Rp8.277 triliun atau naik hampir 18% dibanding posisi akhir tahun 2020 yakni Rp6.970 triliun.

Sedangkan aktivitas perdagangan turut membukukan kenaikan yang signifikan dibanding akhir tahun lalu.

Rata – Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) tercatat di angka Rp13,39 triliun atau naik lebih dari 45% dibanding posisi akhir tahun lalu yakni Rp9,2 triliun.

Selanjutnya, frekuensi transaksi harian juga telah mencapai angka 1,29 juta kali transaksi atau naik 91 persen dibandingkan akhir tahun 2020 dan merupakan nilai tertinggi jika dibandingkan dengan Bursa di Kawasan ASEAN sepanjang tiga tahun terakhir.

Pertumbuhan signifikan juga tercermin pada rata – rata volume transaksi harian yang mencapai 20,6 miliar saham atau naik lebih dari 80% dibandingkan akhir tahun lalu.

Hingga 30 Desember 2021, terdapat 54 perusahaan tercatat yang melakukan Initial Public Offering (IPO) dan mencatatkan sahamnya di BEI, sehingga sebanyak 766 perusahaan telah mencatatkan sahamnya di BEI.

Total fund raised IPO saham mencapai Rp62,61 triliun, naik sebesar 1.022,35% dibanding 2020 dan merupakan nilai penggalangan dana tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.

Indonesia pun masih menjadi Bursa dengan jumlah IPO terbanyak di Kawasan ASEAN selama 3 tahun berturut – turut sejak 2019.

Selanjutnya, dalam rangka mendukung pengembangan industri pasar modal di tengah Pandemi COVID- 19, BEI memberikan sejumlah dukungan kepada stakeholders.

Dukungan tmdiberikan ke Anggota Bursa (AB) sebagai bentuk dukungan pengembangan Migrasi Protokol Baru.