Karir  

Dari Merugi Rp1,8 Miliar, Kini PDAM Solok Berlaba Hingga Rp180 Juta

Dirut PDAM Solok Rabbiluski. (Foto: Ist)

Meski pemakaian air tinggi karena lebih banyak di rumah, masyarakat justru mengaku bahwa harga perkubik air PDAM Solok sudah sangat murah. Dari sejumlah pengakuan, pelanggan justru takut jika tarif disubsidi, layanan akan berkurang.

Padahal, PDAM Solok telah menetapkan tarif progresif agar masyarakat bisa berhemat dalam pemakaian air. Yakni, pemakaian 0-10 kubik Rp1.100 perkubik, 11-20 kubik Rp2.100 perkubik, 21-30 kubik Rp3.100, dan seterusnya.

“Mengurus PDAM adalah mengurus ketersediaan air untuk masyarakat. Air yang jernih itu transparan. Alhamdulillah, selama ini tidak ada intervensi dari pihak manapun,Baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif,” kata Rabbiluski.

Namun, intervensi positif selalu datang dari masyarakat. Karena PDAM membuka keran pengaduan dan laporan warga di berbagai media, seperti facebook, WhatsApp, Instagram, hingga menghubungi langsung karyawan, bahkan Direktur PDAM.

“Seluruh laporan tersebut, langsung diparalelkan di Posko Piket. Sesuai dengan kontrak kerja, jika ada laporan masyarakat tidak ditanggapi, langsung diberikan teguran,” ujar suami dari Ilnawati ini.

Tahun 2022 hingga 2023, PDAM Solok menargetkan untuk menyelesaikan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) baru dari sumber air baku di Kawasan Imang, di wilayah Payo, Kelurahan Tanah Garam.

Sumber air di Imang Payo ini memiliki debit 150 liter perdetik. Hebatnya, pembangunan SPAM ini, sama sekali tidak membebani Pemko Solok.

Sebab, PDAM Solok mendapatkan dana dari Balai Wilayah Sungai V (BWS V) sebesar Rp48 miliar. Diharapkan hal ini bisa mengurangi ketergantungan dari sumber-sumber air di wilayah Kabupaten Solok.

Di samping penambahan sumber air baru, Rabbiluski mengatakan sejumlah karyawan PDAM Kota Solok juga diarahkan untuk perbaikan peralatan pengolahan air. Seperti pompa, dan alat-alat motorik lainnya. Bahkan, kini PDAM Kota Solok menjadi salah satu acuan dalam perbaikan pompa.

Sebab, biaya perbaikan pompa yang mencapai Rp100 juta, bisa ditekan menjadi sekira Rp20 juta saja. Hal ini juga menjadi salah satu upaya efisiensi di PDAM Kota Solok. Saat ini, PDAM Kota Solok memiliki t3 SPAM, yakni Guguak Rantau, KTK, dan Kalumpang Gurun Bagan.

Dari yang sebrlumnya mengalami kerugian mencapai Rp1,8 Miliar, kini PDAM Solok justru berlaba hingga Rp180 Juta.

Penulis: Niko Irawan
Editor: M Ichsan