Karir  

Dari Merugi Rp1,8 Miliar, Kini PDAM Solok Berlaba Hingga Rp180 Juta

Dirut PDAM Solok Rabbiluski. (Foto: Ist)

Rabbiluski meraih puncak karier di PDAM Kota Solok saat ditunjuk menjadi Direktur pada 31 Januari 2019.

Saat ditunjuk sebagai Direktur, Rabbiluski dihadapkan pada kenyataan, yakni neraca keuangan PDAM Solok dalam kondisi merugi Rp1,8 miliar.

Kenyataan lainnya, saat itu kas PDAM Solok tersisa Rp15 juta. Kondisi dan tanggung jawab besar sebagai Direktur, membuat Rabbiluski dipaksa memeras otak untuk merancang sejumlah terobosan.

Meski sebagai Perusda yang lebih utama adalah pelayanan, buka profit oriented (keuntungan), Rabbiluski tidak ingin masa 13 tahun dirinya di PDAM Solok, hanya sekadar melanjutkan pekerjaan direktur-direktur sebelumnya.

Hari-hari pertama sebagai Direktur, dihabiskan Rabbiluski dengan memikirkan upaya pelayanan maksimal ke pelanggan. Terutama terhadap berbagai kerusakan jaringan pipa yang menyebabkan tersendatnya pasokan air ke masyarakat.

Di sisi lain, sumber air baku (mata air) dari 4 lokasi yang memberi pasokan ke Solok sudah mulai berkurang. Yakni, sumber air di Pincuran Gadang, Kelurahan Tanah Garam Kota Solok, dari semula 20 liter perdetik, kini menjadi 8 liter perdetik.

Sumber air di Sungai Guntuang, Nagari Jawi-Jawi Kabupaten Solok, dari 40 liter perdetik, kini 38 liter perdetik. Lalu, sumber air Tabek Puyuah dan Aie Tabik di Nagari Gantuang Ciri dari masing-masing 25 liter perdetik, kini tersisa masing-masing 18 liter perdetik.

Langkah pertama, Rabbiluski kemudian berdiskusi dan membangun komitmen seluruh karyawan PDAM Solok yang berjumlah 80 orang.

Akhirnya, terbit sebuah kontrak kerja untuk memberikan layanan 24 jam terhadap pelanggan, dengan komitmen jika ada laporan dari warga tentang kerusakan, maka harus langsung ditanggapi.

Sehingga, siang hari dimanfaatkan untuk pelayanan, malam hari dimaksimalkan untuk perbaikan jaringan.

Uniknya, kontrak kerja tersebut, disepakati tanpa adanya uang lembur. Kepiawaian Rabbiluski dalam “menyentuh hati” para karyawan membuat layanan membaik dengan drastis. Hal itu membuat neraca keuangan PDAM Solok membaik dan mulai berimbang.