
Patrolmedia.co.id, Batam – Aqilla Kirana Salim, bayi perempuan pengidap Hydrocefalus atau penumpukan cairan rongga otak, saat ini terbaring di Rumah Sakit (RS) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Dengan kondisi yang kritis, bayi kelahiran asli Batam yang baru berumur 18 bulan itu, saat ini terpaksa dibawa ke RS Unair untuk mendapatkan tindakan medis yakni operasi tahap pertama yang ditangani dokter ahli bedah plastik di Surabaya.
Ketua Batam Special Needs (BSN) Community, Ranti Hernandez mengungkapkan, pihaknya mengkhawatirkan tentang biaya operasi lanjutan tahap kedua yang akan dilakukan 3 bulan mendatang. Sedangkan dana yang baru dihimpun sebesar Rp17 juta.
“Sebelumnya tanggal 12 Februari kami dari BSN sudah melakukan open donasi dan alhamdulillah terkumpul dana sebesar Rp17 juta yang berasal dari warganet di medsos untuk operasi tahap pertama Aqilla,” kata Ranti kepada patrolmedia.co.id, Jum’at (23/2/2018) siang, saat diwawancarai di sebuah kopi tiam di bilangan Batam Center.
BSN sendiri merupakan komunitas para ibu-ibu yang memiliki anak pengidap kelainan genetika, bergerak dalam aksi solidaritas membantu anak – anak yang mengalami kelainan fisik sejak lahir ataupun penyakit langka yang diderita. Saat ini jumlah anggota BSN ada 30 ibu-ibu yang mempunyai anak dengan kelainan tersebut.
“BSN ini kumpulan ibu-ibu yang punya anak dengan kelain saat lahir. Untuk kelainan langka ini sama dengan 1 banding 4000 kelahiran,” katanya.
Ranti melanjutkan, BSN sudah berkoordinasi dengan sejumlah instansi seperti Dinas Sosial (Dinsos) Batam, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, dan Pemko Batam untuk mengajukan permohonan biaya operasi Aqilla yang berikutnya.





















