Berita  

Ruben Onsu Lapor Polisi, Reza Rahadian Pamer Proyek Casparina di Busan Jadi Sorotan

Panbil Mall

Ruben Onsu resmi melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan atau fitnah melalui media elektronik ke Polda Metro Jaya setelah rekaman video call yang diunggah Sarwendah ramai dibicarakan publik. Laporan itu sudah tercatat sejak Minggu, 11 Oktober, dan kini masih diproses penyidik. Di saat yang sama, kabar dari dunia film juga mencuri perhatian lewat langkah Reza Rahadian yang memperkenalkan proyek terbarunya, Casparina, di Busan International Film Festival.

Informasi soal laporan Ruben dikonfirmasi oleh Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Onkoseno. Ia menyebut pihak kepolisian telah menerima berkas laporan beserta sejumlah barang bukti yang diserahkan kubu Ruben. Namun, terlapor dalam perkara tersebut belum ditetapkan dan masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

Kasus ini bermula ketika sebuah rekaman video call Ruben yang diunggah Sarwendah menyebar luas di media sosial dan kemudian menjadi bahan perbincangan. Setelah viral, Ruben memilih menempuh jalur hukum. Polisi belum mengungkap detail lebih jauh terkait materi laporan, sementara proses pendalaman terus dilakukan oleh penyidik.

Di sisi lain, perhatian pecinta film tertuju pada Reza Rahadian yang membawa Casparina ke ajang Busan International Film Festival. Proyek ini dipresentasikan dalam Asian Project Market, bagian dari rangkaian Asian Contents & Film Market di Busan. Melalui proyek tersebut, Reza mengangkat kisah keluarganya sendiri, yakni tentang neneknya, Francisca Casparina Fanggidaej.

Casparina menyoroti perjalanan seorang jurnalis yang kewarganegaraan Indonesianya dicabut pada 1965. Setelah puluhan tahun, ia akhirnya kembali ke Indonesia untuk bertemu anak-anaknya yang tumbuh tanpa kehadirannya. Dalam kisah itu, ia harus menjalani pengasingan karena sikapnya yang menentang pemerintah, sebelum akhirnya mendapat kabar bahwa rezim lama telah tumbang dan ia bisa pulang.

Reza menjelaskan bahwa ketertarikannya pada proyek ini berangkat dari cerita tentang seorang ibu yang dilihat dari perspektif anak-anak yang kehilangan sosoknya sejak lama. Ia juga menempatkan latar sejarah sebagai bagian penting, terutama pada masa ketika status kewarganegaraan seseorang dapat dicabut secara mendadak tanpa peringatan. Casparina menjadi film kedua Reza Rahadian sebagai sutradara setelah Pangku, yang sebelumnya meraih empat penghargaan di Festival Film Busan 2025, termasuk pilihan penonton dan Fipresci.

Selain dua kabar tersebut, sorotan publik juga datang dari dunia perfilman dan hiburan lewat proyek Ghosthing, Jaja Mihardja, dan Aplikasi Iblis. Namun, dua topik yang paling banyak dibicarakan sepanjang hari itu tetap laporan Ruben Onsu dan langkah Reza Rahadian membawa kisah personalnya ke panggung internasional di Busan.