Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, melontarkan kritik terbuka terhadap kondisi fasilitas latihan timnya. Sorotan itu muncul saat Persib sedang menikmati periode sukses di lapangan, tetapi menurut Haye, dukungan penunjang untuk pemain belum ikut bergerak secepat prestasi yang diraih. Pernyataan ini menjadi perhatian karena Persib musim ini tampil di empat ajang sekaligus, sehingga kebugaran pemain menjadi faktor yang sangat menentukan.
Persib memang sedang berada di fase kuat. Mereka mencatat tiga gelar beruntun pada musim 2023/2023, 2024/2025, dan 2025/2026, serta pada musim sebelumnya juga disebut melangkah jauh di kompetisi Asia. Namun, di balik pencapaian itu, Haye menilai ada bagian penting yang belum tersentuh pembenahan, terutama sarana yang berkaitan langsung dengan pemulihan dan persiapan fisik pemain.
Dalam keterangannya, pemain asal Belanda itu menegaskan bahwa para pemain memahami betul situasi yang mereka hadapi. Ia juga mengaku bangga dengan pencapaian tim, tetapi sekaligus mempertanyakan apakah keberhasilan tersebut sudah diimbangi dengan apresiasi dan dukungan yang layak. Haye menyampaikan bahwa Persib telah membuat sejarah di Asia dan kembali menjadi juara, tetapi menurutnya hal itu belum diikuti peningkatan fasilitas yang semestinya.
Tantangan terbesar musim ini, kata Haye, ada pada padatnya kalender pertandingan. Kehadiran Shopee Cup membuat jeda antarlaga makin sempit. Persib juga tidak bisa memakai Stadion Gelora Bandung Lautan Api karena sedang menjalani perawatan, sehingga tim harus lebih sering bepergian. Kondisi itu, menurut Haye, membuat proses menjaga kondisi fisik menjadi jauh lebih sulit dari biasanya.
Ia menggambarkan situasi skuad yang terus berpacu dengan waktu pemulihan. Setelah bermain imbang 2-2 melawan Dewa United, staf pelatih langsung melakukan rotasi karena Persib hanya punya waktu dua hari sebelum bertemu The Cong Viettel di ajang ACL 2. Bagi Haye, ritme seperti ini menuntut setiap pemain mengeluarkan kemampuan terbaik setiap hari, hanya untuk tetap siap tampil di pertandingan berikutnya.
Haye bahkan menyebut fasilitas pemulihan di klub belum memadai jika dibandingkan dengan tempat latihan milik Marc Klok. Ia mengatakan, untuk kebutuhan recovery, lokasi milik Klok justru terasa lebih baik daripada sarana yang tersedia di tim. Menurutnya, keadaan seperti ini perlu segera dibenahi jika Persib ingin menambah partisipasi di kompetisi seperti Shopee Cup tanpa mengorbankan kesiapan pemain.
“Jika saya ingin menjalani latihan pemulihan, bagi saya lebih baik pergi ke tempat Marc (Klok) daripada ke klub, karena di klub, saya tidak bisa memulihkan kondisi,” ujar Haye. Ia menambahkan, “Hal-hal seperti inilah yang seharusnya dibenahi jika ingin menambah kompetisi seperti Shopee Cup.”






















