Patrolmedia, Jakarta – Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo meresmikan Pusat Studi Kepolisian Universitas Hasanuddin (Unhas).
Peresmian digelar secara daring dari Jakarta yang terhubung ke Kampus Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026).
Di peresmian itu, Komjen Dedi mengajak perguruan tinggi, akademisi, hingga mahasiswa untuk memperkuat kolaborasi dengan Polri.
Ia berharap kampus bisa membantu mengembangkan ilmu kepolisian sekaligus menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
”Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Rektor dan seluruh sivitas akademika atas prakarsa dan komitmen mewujudkan Pusat Studi Kepolisian ini. Keikutsertaan perguruan tinggi adalah langkah penting untuk memperluas kolaborasi akademis, memperkuat Tridharma Perguruan Tinggi, serta mendukung transformasi Polri,” kata Dedi, dalam sambutannya.
Ia berpesan agar kehadiran pusat studi di Unhas benar-benar produktif menelurkan gagasan dan riset yang bermanfaat di lapangan.
”Mari jadikan pusat studi ini sebagai ruang kolaborasi yang hidup dan produktif. Jangan berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi mari hadirkan riset, gagasan, pemikiran kritis, dan rekomendasi yang dapat menjawab permasalahan nyata,” ucap Dedi.
41 Pusat Studi Kepolisian di Kampus Resmi Beroperasi
Peresmian di Unhas makin memperluas jaringan akademis Polri. Saat ini, Polri mencatat, 79 nota kesepahaman (MoU) dengan perguruan tinggi di se-Indonesia, di mana 41 di antaranya telah resmi mengoperasikan Pusat Studi Kepolisian.
Di internal Polri sendiri, telah terbentuk 16 Pusat Studi Kepolisian dengan berbagai bidang fokus, seperti pemolisian masyarakat (Polmas), antikorupsi, terorisme, siber, forensik, hingga keadilan restoratif (restorative justice).






















