5 PMI Ilegal Batam dari 3 Daerah Gagal Masuk Malaysia, 5 Tekong Diringkus

PMI diamankan di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre

PMI Ilegal Batam
Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Ronni Bonic bersama Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Dr Nona Pricillia menggelar konferensi pers di Mapolda Kepri kasus pengungkapan 3 perdagangan orang selama Juli hingga Agustus 2026. (Foto: Ist)

Patrolmedia, Batam – Sebanyak 5 calon pekerja migran Indonesia atau PMI ilegal Batam dari 3 daerah gagal berangkat ke Malaysia.

Mereka berinisial SU dan MH asal Trenggalek, Jawa Timur, AF asal Pasuruan, Jawa Timur, serta AH dan NA asal Cirebon, Jawa Barat.

Polisi juga meringkus 5 orang yang diduga menjadi tekong dalam pemberangkatan itu.

Kasus ini diungkap Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dalam 3 perkara tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penempatan PMI secara nonprosedural sepanjang Juli hingga Agustus 2026.

Kelima calon PMI Ilegal Batam ini diamankan BP3MI Kepri di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre.

Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Ronni Bonic menyebut pengungkapan berdasarkan 3 laporan polisi, yakni LP/B/84/VII/2026, LP/B/90/VIII/2026 dan LP/B/95/VIII/2026.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap calon PMI, polisi mengembangkan kasus hingga menangkap lima tersangka. Mereka berinisial PUR (42), FAT (38), ZAI (49), YAN (49), dan WAH (51),” ungkap Kombes Ronni, Kamis (27/8/2026).

Ia membeber, kelima tersangka diduga berperan sebagai tekong dengan tugas berbeda.

Dari 5 tekong, kata Ronni, ada yang merekrut dan menampung calon PMI, mengurus dokumen perjalanan, membiayai perjalanan dari daerah asal ke Batam, hingga mengkondisikan keberangkatan ke Malaysia.

Modus jaringan ini dilakukan secara terstruktur. Calon PMI terlebih dahulu direkrut dari daerah asal masing-masing.

“Para calon PMI direkrut di daerah asal, kemudian diarahkan untuk mengurus dokumen perjalanan secara nonprosedural, dibiayai menuju Batam sebagai daerah transit, sebelum selanjutnya diberangkatkan ke Malaysia melalui jaringan yang telah dipersiapkan,” kata Ronni.