Bisnis  

Pasar Induk Jodoh Batam Tetap Jalan, Amsakar: Kerjasama dengan Perusahaan, Bukan Perorangan

Pasar Induk Jodoh
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat menjawab pertanyaan wartawan terkait proyek Pasar Induk Jodoh, Senin (24/8/2026). (Foto: Ist)

Patrolmedia, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad memastikan proyek Pasar Induk Jodoh Batam bersama PT Usaha Jaya Karya Makmur (UJKM) tetap berlanjut.

Ia menegaskan, Pemko Batam mengikat kontrak dengan badan hukum perusahaan, bukan individu di dalamnya.

​”Proses ini berlanjut karena kami berpedoman pada aturan dan perjanjian antara Pemko Batam dan PT UJKM. Bahkan, kami didampingi LMAN Kemenkeu RI dan Kejari Batam,” tegas Amsakar, Senin (24/8/2026).

Berikut ​poin penting pengelolaan Pasar Induk Jodoh:

  • ​Tanpa APBD: Pemko Batam cuma menyediakan lahan. Pembangunan dan operasional ditanggung penuh PT UJKM.
  • Sesuai Aturan: Perhitungan nilai kerja sama sudah dikaji pihak independen, termasuk KPKNL Batam dan LMAN Kemenkeu RI.
  • ​Fokus Ekonomi: Pasar ini disiapkan jadi pusat distribusi pangan, pembendung inflasi, dan wadah bagi pedagang kecil serta UMKM.​

Solusi Lahan Mangkrak: Proyek sempat 2 kali gagal mendapat dana DAK Pusat.

Skema kerja sama pemanfaatan (KSP) ini jadi jalan keluar agar lahan daerah tidak terbuang sia-sia.

​Amsakar mengatakan, masalah hukum pribadi yang menjerat seseorang (Yuwanky) di internal PT UJKM tidak serta-merta menghentikan proyek.

Namun, Pemko Batam tetap menghormati proses hukum dan siap mengambil tindakan tegas jika perusahaan melanggar kontrak.

​”Kalau terjadi wanprestasi, tentu ada konsekuensinya sesuai perjanjian,” pungkasnya.

 

(Iyn/Iyn)