Guru SDN 071 Jati Polman Dikritik Warga Meski Punya PPPK dan Sertifikasi

Masalah Kedisiplinan Guru di SDN 071 Jati, Polman

Ketidakhadiran guru yang terus-menerus menjadi permasalahan utama di SDN 071 Jati, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Hal ini menyebabkan siswa sering kali tidak mendapatkan jam belajar yang cukup. Dari total 10 guru yang ada, hanya dua hingga tiga orang yang hadir setiap harinya.

Sekolah tersebut diampu oleh satu PNS, yaitu Kepala Sekolah bernama Daud, serta empat guru PPPK penuh waktu, empat guru PPPK paruh waktu, dan dua guru honorer. Dari jumlah tersebut, tiga guru berasal dari Desa Pendulangan, tempat sekolah berada. Sementara itu, sisanya berasal dari luar desa.

Warga sekitar mengeluhkan kedisiplinan guru yang tinggal di luar desa. Mereka biasanya hanya hadir dua kali dalam seminggu. Hal ini membuat proses belajar mengajar tidak berjalan lancar, terutama ketika guru-guru yang tinggal di luar sedang sibuk dengan urusan pribadi.

Keluhan Warga Terhadap Kepala Sekolah dan Guru

Seorang warga yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa kepala sekolah dan beberapa guru di SDN 071 Jati dinilai tidak disiplin. “Mereka sudah PPPK dan memiliki sertifikasi, tetapi masih malas menjalankan tugas,” ujarnya.

Menurut warga, masalah ini sudah berlangsung lama dan berdampak langsung pada kualitas pendidikan. Anak-anak sering kali tidak mendapatkan pembelajaran yang layak karena kehadiran guru yang tidak memadai. Mereka meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Polman untuk segera mengevaluasi situasi ini.

Warga juga meminta agar hak siswa untuk menerima pembelajaran tetap dijaga. Mereka khawatir jika kondisi ini terus berlanjut akan merugikan masa depan anak-anak di daerah tersebut.

Tanggapan Pengawas Sekolah

Pengawas SDN 071 Jati, Kahar, membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait kedisiplinan guru dan kepala sekolah. Ia mengatakan bahwa sudah pernah ada laporan mengenai hal ini. Saat melakukan kunjungan, ia memberi tahu kepada guru-guru agar tidak mengulangi perilaku seperti itu.

Kahar menyayangkan jika masih ada guru yang tidak disiplin. Menurutnya, mereka telah membuat kesepakatan bersama agar tidak ada lagi jam pelajaran yang kosong. Namun, pengawasan di sekolah ini tidak mudah.

Kendala dalam Pengawasan

Salah satu kendala yang dihadapi adalah fakta bahwa kepala sekolah, Daud, sedang menjalani masa penyembuhan setelah mengalami kecelakaan. Hal ini membuat pengawasan terhadap guru-guru menjadi lebih sulit.

Selain itu, sebagian besar guru SDN 071 Jati berasal dari luar daerah Pendulangan. Hal ini memperparah masalah kedisiplinan karena para guru cenderung lebih fokus pada urusan pribadi di luar sekolah.

Langkah yang Diambil

Meskipun ada tantangan, Kahar tetap berkomitmen untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan sebagaimana mestinya. Ia berharap agar semua pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dapat membantu memperbaiki situasi ini.

Dengan adanya keluhan yang terus-menerus, penting bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk segera bertindak. Tidak hanya untuk memperbaiki kedisiplinan guru, tetapi juga untuk memastikan bahwa hak siswa dalam mendapatkan pendidikan yang berkualitas tetap terpenuhi.