Penertiban Kabel Udara di Bandung: Aksi Kucing-Kucingan dan Tindakan Tegas
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya untuk merapikan kabel utilitas yang terpasang di atas permukaan jalan. Namun, upaya ini ternyata tidak mudah karena adanya tindakan dari operator yang tidak mematuhi aturan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa ada beberapa operator yang nekat memasang kabel udara secara diam-diam meskipun sudah dilarang. Salah satu contohnya terjadi di Jalan Lembong, tempat kabel sebelumnya telah dipotong sebagai bagian dari program penertiban. Aksi ilegal tersebut diketahui saat anggota DPRD melakukan pengawasan di lapangan.
Farhan menjelaskan bahwa petugas langsung mengambil tindakan tegas dengan memotong kabel-kabel liar tersebut tanpa kompromi. Ia menyebutkan bahwa proses penertiban ini seperti permainan “kucing-kucingan”, tetapi aturan tetap harus ditegakkan.
“Ketahuan oleh siapa? Oleh anggota DPRD saat melakukan supervisi. Dengan senang hati kami langsung memotong kabel tersebut. Jadi memang penertiban ini seperti kucing-kucingan. Tetapi aturan tetap harus ditegakkan,” ujar Farhan.
Farhan menegaskan bahwa Pemkot Bandung tidak akan memberikan toleransi bagi operator yang melanggar aturan. Langkah tegas ini sejalan dengan target besar pemkot untuk menyelesaikan pemindahan seluruh kabel udara ke bawah tanah melalui metode ducting di 85 ruas jalan pada akhir tahun 2026.
Program ini bukanlah proyek baru, melainkan program strategis yang sudah memiliki dasar hukum dan skema kerja sama matang sejak beberapa tahun lalu. Tujuan utama dari proyek Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT) ini adalah untuk estetika, keamanan, serta mendukung infrastruktur kota yang modern.
“Target kami pada Desember 2026 seluruh 85 ruas jalan sudah turun kabelnya. Ini merupakan bagian dari penataan kota agar lebih indah, aman, dan tertib,” ucap Farhan.
Tujuan dan Manfaat Proyek IPT
Proyek IPT bertujuan untuk:
- Meningkatkan estetika kota: Dengan menghilangkan kabel yang berserakan di atas permukaan jalan, kota akan terlihat lebih rapi dan menarik.
- Meningkatkan keamanan: Kabel yang tersembunyi di bawah tanah lebih aman dari gangguan cuaca dan risiko kecelakaan.
- Mendukung infrastruktur kota yang modern: Pemindahan kabel ke bawah tanah menjadi langkah penting dalam membangun kota yang lebih maju dan teratur.
Tantangan dalam Pelaksanaan
Meski memiliki tujuan yang jelas, pelaksanaan proyek ini menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah ketidakpatuhan dari operator yang masih ingin memasang kabel secara ilegal. Selain itu, proses pemindahan kabel juga membutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah dan pihak swasta.
Namun, Pemkot Bandung tetap optimis bahwa proyek ini dapat selesai sesuai rencana. Dengan pendekatan yang tegas dan kolaborasi yang baik, kota Bandung diharapkan bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam hal penataan infrastruktur.
Peran Masyarakat dalam Suksesnya Proyek
Selain tindakan dari pemerintah, peran masyarakat juga sangat penting dalam kesuksesan proyek ini. Masyarakat diharapkan dapat membantu memantau aktivitas operator dan melaporkan jika ada tindakan ilegal yang terjadi.
Tidak hanya itu, masyarakat juga bisa mendukung proyek ini dengan menjaga lingkungan dan tidak memasang kabel secara sembarangan. Dengan dukungan dari semua pihak, proyek IPT di Bandung diharapkan bisa mencapai tujuannya dengan lancar.


















