Kontroversi Lama Terkuak: Dino Raturandang Ungkap Alasan Pecat Sarwendah dari Cherrybelle, Publik Akhirnya Paham?
Belasan tahun lalu, keputusan mendadak untuk mengeluarkan salah satu personel dari grup vokal fenomenal, Cherrybelle, sempat menggemparkan publik dan menuai badai hujatan bagi sang produser, Dino Raturandang. Kini, seiring berjalannya waktu, Dino merasa lega karena masyarakat tampaknya mulai memahami alasan di balik tindakannya tersebut. Pernyataan ini muncul di tengah kembali ramainya perbincangan mengenai Sarwendah, salah satu mantan personel Cherrybelle yang pernah membesarkan namanya.
Sorotan publik terhadap Sarwendah kembali mengemuka setelah beredarnya sebuah unggahan di platform Threads oleh Dino Raturandang, pendiri Cherrybelle. Dalam unggahannya, Dino mengenang kembali momen 14 tahun lalu ketika ia mengambil keputusan berat untuk memberhentikan seorang personel dari grup yang ia dirikan. Ia mengaku kala itu menerima banyak kritik dan cibiran karena keputusannya yang terkesan tiba-tiba. Namun, pada tahun 2026 ini, Dino merasa ada kelegaan karena menurutnya, publik kini mulai menyadari “sifat asli” mantan personel yang ia pecat tersebut.
“Iya dulu saya yang bikin Cherrybelle, iya dulu saya yg termasuk ambil keputusan utk mengeluarkan personil, iya dulu saya dibully gara2 ambil keputusan itu,……sekarang?? Udah terlihat kan? Senyumin aja,” tulis Dino Raturandang pada Rabu, Juni 2026, dalam unggahannya yang memicu rasa penasaran.
Viralitas Sarwendah dan Munculnya Unggahan Dino
Unggahan Dino ini datang beriringan dengan viralnya percakapan mengenai Sarwendah di media sosial. Sebelumnya, Sarwendah menjadi perbincangan hangat akibat ucapannya saat melakukan siaran langsung (live streaming) yang dinilai tidak sesuai dengan citra lembut yang selama ini melekat padanya. Banyak netizen yang terkejut melihat Sarwendah mengeluarkan kata-kata yang dianggap kasar dalam siaran tersebut.
Tak lama setelah video viral itu beredar, postingan Dino Raturandang kembali mengundang perhatian publik, seolah menjadi konfirmasi atas persepsi yang mulai terbentuk mengenai alasan di balik pemecatan tersebut. Dino secara gamblang menyatakan bahwa masyarakat kini telah memahami latar belakang keputusannya di masa lalu.
Dino juga mengenang kembali bagaimana dirinya sempat menjadi sasaran hujatan se-Indonesia. “Jadi keinget dulu setelah pengumuman, dibully se Indonesia hahaha,” ujar Dino, merujuk pada reaksi publik saat itu.
Klarifikasi Alasan Pemecatan: Lebih dari Sekadar Usia
Munculnya isu di kalangan publik kala itu menyebutkan bahwa Sarwendah dikeluarkan dari Cherrybelle karena usianya yang dianggap sudah melewati batas ideal untuk anggota girlband. Namun, Dino Raturandang memberikan klarifikasi bahwa alasan tersebut hanyalah sebuah kamuflase atau alasan yang dibuat-buat, bukan fakta sebenarnya.
Ketika seorang netizen bertanya, “Berarti, alasan karna ketuaan cm kamuflase yak,” Dino membenarkan, “Itu jawaban paling realistis walau agak aneh pas saat ngucapinnya haha.” Pengakuan ini mengindikasikan bahwa ada faktor lain yang lebih mendasar di balik keputusan pemecatan tersebut, yang kini mulai terkuak seiring berjalannya waktu dan persepsi publik yang berubah.
Pengakuan Sarwendah: Pertanyaan Kontrak yang Berujung Pemecatan
Sementara Dino Raturandang mengurai kembali kisahnya dari sudut pandangnya, publik juga kembali teringat dengan pengakuan Sarwendah sendiri mengenai alasan dipecat dari Cherrybelle. Dalam sebuah kesempatan di tahun 2025 lalu, Sarwendah menceritakan secara blak-blakan pengalamannya.
Ketika ditanya oleh Kiky Saputri apakah ia keluar atau dikeluarkan, Sarwendah dengan tegas menjawab, “Dikeluarin.” Namun, alasan yang diutarakan Sarwendah berbeda dengan apa yang selama ini diasumsikan publik atau bahkan yang diisyaratkan oleh Dino.
Menurut Sarwendah, pemecatannya terjadi secara tiba-tiba lantaran ia hanya berani menanyakan perihal kelanjutan kontraknya di Cherrybelle. Ia menjelaskan rutinitas padat yang dijalani para personel, yang seringkali membuat mereka bekerja tanpa istirahat yang cukup.
“Sebenarnya aku cuma nanya kejelasan. Kan kita kerja pagi malam pagi malam, siang malam sampai benar-benar enggak ada pagi lagi belum tidur,” ungkap Sarwendah. “Cuma mau nanya kejelasan doang, terus tiba-tiba kejelasannya suratnya disuruh keluar, ya udah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sarwendah menceritakan betapa beratnya latihan yang harus ia jalani demi memberikan penampilan terbaik bersama Cherrybelle. Ia mengaku mengalami kelelahan mental akibat ketidakpastian kariernya di grup tersebut. “Latihan dengan ketidakjelasan pasti capek. Supaya ada jelas. Hubungan aja maunya yang pasti kan,” ujarnya, menyamakan pentingnya kejelasan dalam karier dengan hubungan personal.
Selama masa pelatihan yang intens, Sarwendah juga mengungkapkan bahwa ia dan personel lain seringkali mendapatkan teguran keras dari guru vokal dan dance. “Kita berdua beda, dimarahi terus sama gurunya. Karena kita berdua dance-nya pasti diomelin. Kalau enggak dance, nyanyinya juga diomelin,” kenang Sarwendah, menggambarkan betapa ketatnya tuntutan dalam grup tersebut.
Perbedaan cerita antara Dino Raturandang dan Sarwendah ini kembali membuka diskusi publik mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar pembentukan dan bubarnya sebuah grup idola. Apakah alasan Dino kini mulai dipahami publik karena melihat perubahan perilaku Sarwendah, ataukah ada narasi lain yang belum terungkap sepenuhnya? Misteri ini tampaknya masih akan terus bergulir di kalangan penggemar musik pop Indonesia.




















