Lokal  

Dishub Bandar Lampung Pertimbangkan Gembok Roda Pelanggar Parkir

Dishub Bandar Lampung Pertimbangkan Gembok Roda untuk Pelanggar Parkir

Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah mengkaji opsi penerapan sanksi yang lebih tegas bagi para pelanggar aturan parkir. Salah satu sanksi yang dipertimbangkan adalah penggembokan roda kendaraan yang parkir sembarangan dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kepala Dishub Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, menjelaskan bahwa aturan mengenai pemberian sanksi penggembokan roda sebenarnya sudah tersedia dalam peraturan yang berlaku. Namun, hingga saat ini, pihaknya masih mengedepankan pendekatan persuasif dan pembinaan kepada masyarakat.

“Aturan terkait sanksi penggembokan roda sebenarnya sudah ada. Tetapi saat ini kami masih mengutamakan pembinaan dan penindakan yang disertai teguran kepada para pelanggar,” ujar Socrat Pringgodanu pada Rabu (3/6/2026).

Meskipun demikian, Socrat menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menerapkan sanksi penggembokan roda di masa mendatang. Keputusan ini akan diambil apabila tingkat pelanggaran parkir dinilai semakin parah, berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas, dan menimbulkan risiko keselamatan bagi pengendara lain.

Tujuan Sanksi Penggembokan Roda

Langkah penggembokan roda ini dipertimbangkan sebagai upaya untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar yang masih kerap mengabaikan peraturan parkir. Tujuannya bukan untuk menahan kendaraan dalam jangka waktu lama atau memindahkan kendaraan dari lokasi pelanggaran, melainkan untuk memberikan peringatan keras agar masyarakat lebih sadar dan tertib dalam mematuhi aturan berlalu lintas.

“Fokusnya bukan menderek kendaraan, tetapi memberikan efek jera agar masyarakat lebih tertib dalam mematuhi aturan lalu lintas dan parkir,” tegas Socrat.

Ia juga menambahkan bahwa opsi pengangkutan atau penderekan kendaraan pelanggar tidak menjadi prioritas utama bagi Dishub Kota Bandar Lampung. Kebijakan penggembokan roda lebih difokuskan pada memberikan sanksi dan efek jera secara langsung di lokasi pelanggaran.

Pendekatan Persuasif Tetap Menjadi Prioritas

Socrat Pringgodanu menekankan bahwa selama kondisi di lapangan masih dapat ditangani melalui pendekatan yang lebih humanis, seperti pembinaan, sosialisasi, dan penindakan yang disertai teguran, maka metode-metode tersebut akan tetap menjadi prioritas utama.

Pendekatan persuasif ini dianggap penting untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas dan parkir demi kenyamanan bersama. Edukasi mengenai dampak negatif parkir liar terhadap arus lalu lintas, estetika kota, dan potensi kecelakaan diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dari setiap individu.

Dishub Kota Bandar Lampung berupaya menciptakan lingkungan perkotaan yang tertib dan aman bagi seluruh pengguna jalan. Dengan adanya kajian mengenai sanksi penggembokan roda, diharapkan dapat menjadi stimulus tambahan bagi masyarakat untuk lebih disiplin dalam memarkirkan kendaraan mereka.

Upaya penertiban parkir liar memang menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah kota. Kepatuhan masyarakat terhadap aturan parkir sangat krusial untuk kelancaran transportasi di perkotaan. Sanksi yang lebih tegas seperti penggembokan roda diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah ini, sembari tetap mengedepankan pendekatan edukatif dan preventif.

Perlu dipahami bahwa penerapan sanksi tegas bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah sarana untuk mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu terciptanya ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang optimal di Kota Bandar Lampung. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan hal tersebut.

Socrat Pringgodanu berharap dengan adanya wacana penerapan sanksi ini, masyarakat dapat lebih proaktif dalam mencari tempat parkir yang sesuai dengan aturan dan tidak lagi memarkirkan kendaraan di area terlarang. Kesadaran kolektif akan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih baik.