Lokal  

Kurniawan: DAS Sintang Terancam Parah Tanpa Aksi Nyata

Penguatan Forum DAS Sintang: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kelestarian Lingkungan dan Mitigasi Bencana

Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kabupaten Sintang telah menjadi ancaman nyata, memicu peningkatan risiko bencana banjir dan tanah longsor yang berdampak serius pada kehidupan masyarakat. Menyadari urgensi penanganan isu ini, Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Kabupaten Sintang dikukuhkan dan diperkuat perannya sebagai wadah kolaborasi lintas sektor. Tujuannya adalah untuk mewujudkan pengelolaan DAS yang berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Pengukuhan anggota Forum DAS Kabupaten Sintang Periode 2025-2029 dan Kick Off Meeting yang diselenggarakan di Pendopo Bupati Sintang menjadi penanda dimulainya langkah konkret dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memitigasi bencana di wilayah tersebut. Kegiatan ini, yang dihadiri oleh 95 peserta dari berbagai latar belakang, menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan peran Forum DAS dalam mendukung pencapaian visi dan misi pembangunan Kabupaten Sintang.

Dasar Hukum dan Tujuan Penguatan Forum DAS

Pelaksanaan kegiatan penguatan Forum DAS ini didasarkan pada kerangka regulasi yang kuat, mencakup:

  • Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan: Menjadi landasan utama dalam pengelolaan sumber daya hutan dan ekosistemnya, termasuk DAS.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan DAS: Memberikan pedoman teknis dan administratif dalam pengelolaan DAS secara terpadu dan berkelanjutan.
  • Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 3 Tahun 2025 tentang RPJMD Kabupaten Sintang Tahun 2025-2029: Menyelaraskan program dan kegiatan pengelolaan DAS dengan prioritas pembangunan daerah.

Ketua Forum DAS Kabupaten Sintang, Kurniawan, menekankan bahwa tujuan utama dari pengukuhan dan kick off meeting ini adalah untuk meneguhkan komitmen bersama. “Kami ingin meningkatkan peran Forum DAS dalam mendukung pencapaian visi dan misi RPJMD Kabupaten Sintang, sekaligus memperkuat sinergi dan kolaborasi antarinstansi dalam pengelolaan DAS,” ujar Kurniawan.

Ancaman Nyata: Banjir dan Longsor Akibat Kerusakan DAS

Kurniawan menyoroti betapa krusialnya isu pengelolaan DAS. Kerusakan yang terjadi pada ekosistem DAS secara langsung berkontribusi pada peningkatan frekuensi dan intensitas bencana banjir serta tanah longsor di Kabupaten Sintang. Data dari Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Sintang menunjukkan bahwa banjir masih menjadi bencana yang paling dominan terjadi.

Kondisi ini sangat erat kaitannya dengan indikasi kerusakan DAS di berbagai wilayah Kabupaten Sintang. Pohon-pohon yang ditebang secara liar, alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan atau pemukiman tanpa perencanaan yang matang, serta praktik pertanian yang tidak ramah lingkungan, semuanya berkontribusi pada degradasi fungsi hidrologis DAS. Akibatnya, kemampuan tanah untuk menyerap air hujan berkurang drastis, menyebabkan aliran permukaan meningkat dan memicu banjir bandang serta tanah longsor.

“Karena itu, pengelolaan DAS yang terencana, optimal, partisipatif, dan berkelanjutan menjadi sangat penting untuk dilakukan,” tegas Kurniawan. Ia menambahkan bahwa tanpa langkah nyata dan perubahan pola pikir dari seluruh elemen masyarakat, dampak kerusakan lingkungan akan semakin meluas dan sulit dikendalikan di masa depan. Kesadaran bersama menjadi kunci utama untuk membangun gerakan kolektif dalam menjaga kelestarian sungai dan lingkungan.

Forum DAS: Mitra Strategis Pemerintah dalam Pengelolaan Lingkungan

Forum DAS memiliki peran strategis yang tidak dapat diabaikan dalam upaya pengelolaan lingkungan di Kabupaten Sintang. Sebagai wadah yang menampung aspirasi masyarakat, Forum DAS berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah. Aspirasi, keluhan, serta saran dari masyarakat terkait pengelolaan sungai dan lingkungan dapat disalurkan melalui forum ini untuk kemudian diteruskan sebagai masukan berharga bagi pemerintah.

Selain itu, Forum DAS juga berperan aktif dalam mendorong partisipasi publik dalam pengawasan lingkungan. Masyarakat, melalui forum ini, dapat terlibat langsung dalam memantau kondisi sungai, melaporkan praktik-praktik yang merusak lingkungan, serta berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan konservasi.

“Forum DAS ke depan harus kita berdayakan untuk menyusun rencana dan memperkuat kolaborasi dalam pemulihan DAS yang sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya di Kabupaten Sintang,” ujar Kurniawan dengan penuh keyakinan. Pemberdayaan ini mencakup peningkatan kapasitas anggota forum, penyediaan sumber daya yang memadai, serta penegasan peran dan fungsinya dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan program pengelolaan DAS.

Partisipasi aktif dari berbagai elemen sangat diharapkan untuk memastikan keberhasilan Forum DAS. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, tokoh masyarakat, serta mitra pembangunan daerah menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Di akhir laporannya, Kurniawan menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh dalam terselenggaranya kegiatan pengukuhan dan kick off meeting Forum DAS. Ia berharap momentum ini dapat menjadi titik tolak untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga daerah aliran sungai.

Pengelolaan DAS yang baik bukan hanya penting untuk mencegah bencana, tetapi juga vital dalam menjaga ketersediaan air bersih, mendukung keanekaragaman hayati, serta melestarikan ekosistem yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Sintang. Dengan adanya Forum DAS yang kuat dan kolaboratif, diharapkan Kabupaten Sintang dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan kelestarian lingkungan.

Penguatan Forum DAS ini menjadi bukti nyata bahwa isu lingkungan dan mitigasi bencana tidak lagi dapat ditunda. Melalui sinergi dan kolaborasi yang erat, Kabupaten Sintang optimis dapat menghadapi tantangan lingkungan dan mewujudkan masa depan yang lebih aman dan lestari bagi generasi mendatang.