Jemaah Haji Sula Wafat di Makkah Usai Sesak Napas Berat

Jamaah Haji Asal Kepulauan Sula Wafat di Makkah Akibat Sesak Napas Berat

Seorang jamaah haji asal Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, Edy Sundayana Edo (58), dilaporkan meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Beliau menghembuskan napas terakhirnya setelah mengalami kondisi sesak napas berat yang tidak dapat diatasi meski telah mendapatkan penanganan medis intensif. Peristiwa duka ini menambah daftar jamaah yang wafat di tanah suci selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Menurut laporan resmi yang disampaikan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Maluku Utara, Asrul Gailea, almarhum Edy Sundayana Edo tergabung dalam Kloter UPG 13. Beliau tercatat dengan nomor paspor X4168892. Kabar duka ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, yang senantiasa berupaya memberikan pendampingan dan dukungan terbaik bagi seluruh jamaah haji asal Maluku Utara.

Kronologi Kejadian yang Mengarah pada Wafatnya Jamaah

Perjalanan ibadah almarhum Edy Sundayana Edo harus berakhir lebih awal di Makkah. Berdasarkan catatan tim kesehatan haji, keluhan sesak napas dan batuk mulai dirasakan oleh almarhum pada tanggal Juni 2026, tepatnya pukul 17.40 Waktu Arab Saudi (WAS). Kondisi ini segera menarik perhatian tim medis yang bertugas di sektor akomodasi jamaah.

Saat dilakukan pemeriksaan awal, tim medis mendapati bahwa almarhum mengalami kesulitan bernapas yang cukup signifikan. Terdengar bunyi abnormal pada kedua lapang paru, yang diidentifikasi sebagai ronki dan wheezing. Fenomena ini mengindikasikan adanya sumbatan atau peradangan pada saluran pernapasan. Lebih mengkhawatirkan lagi, selama masa observasi, tingkat saturasi oksigen dalam darah almarhum dilaporkan mengalami penurunan drastis, sebuah indikator kritis bahwa paru-parunya tidak mampu menyuplai oksigen yang cukup ke seluruh tubuh.

Penanganan Medis dan Upaya Penyelamatan yang Dilakukan

Menyadari urgensi kondisi almarhum, tim kesehatan segera mengambil langkah-langkah penanganan medis. Terapi oksigen diberikan menggunakan sungkup oksigen untuk membantu meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Pemasangan infus juga dilakukan untuk memastikan hidrasi yang memadai dan pemberian obat-obatan yang diperlukan. Pemantauan intensif terhadap kondisi vital almarhum menjadi prioritas utama untuk mendeteksi setiap perubahan sekecil apapun.

Namun, kondisi almarhum terus memburuk. Pada pukul 17.55 WAS, tim kesehatan memutuskan untuk merujuk almarhum ke rumah sakit. Mereka segera menghubungi ambulans sektor. Sayangnya, pada saat itu, ambulans sektor sedang dalam penanganan pasien lain yang juga dalam kondisi kritis. Petugas medis kemudian diarahkan untuk menghubungi layanan gawat darurat darat dengan nomor 997.

“Pukul 18.13 WAS tim kesehatan berhasil terhubung dengan layanan 997 dan menyampaikan kondisi pasien,” ujar Asrul Gailea, menjelaskan upaya komunikasi yang telah dilakukan.

Detik-detik Terakhir dan Penyebab Kematian

Di tengah upaya keras untuk mendapatkan bantuan medis darurat, kondisi almarhum Edy Sundayana Edo mengalami penurunan kesadaran yang sangat cepat. Situasi semakin genting ketika dilaporkan terjadi henti jantung dan henti napas. Menghadapi situasi darurat yang mengancam jiwa, tim kesehatan yang berada di lokasi tidak tinggal diam. Mereka segera melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (CPR) sebanyak tiga siklus. Tindakan ini dilakukan secara simultan sambil menunggu kedatangan tim medis emergensi yang sedang dalam perjalanan.

Setelah petugas medis emergensi tiba di lokasi dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi almarhum, sebuah keputusan medis yang menyedihkan harus diambil. Jamaah haji Edy Sundayana Edo dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.30 WAS di Hotel Al Saad, Ar Rawdah, Makkah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tim dokter, penyebab kematian almarhum adalah kombinasi dari beberapa kondisi medis serius:
* Septic Shock: Kondisi medis yang mengancam jiwa di mana infeksi menyebabkan penurunan tekanan darah yang berbahaya dan kegagalan organ.
* Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS): Sindrom gangguan pernapasan akut yang ditandai dengan peradangan parah di paru-paru, menyebabkan kesulitan bernapas yang ekstrem.
* Severe Pneumonia: Infeksi paru-paru yang parah, yang kemungkinan besar menjadi pemicu awal dari kondisi kritis lainnya.

Selain itu, almarhum juga diketahui memiliki riwayat penyakit penyerta yang signifikan, yang kemungkinan memperparah kondisinya dan mempersulit upaya penanganan medis. Penyakit penyerta tersebut meliputi:
* Diabetes Melitus Tipe 2: Kondisi kronis yang mempengaruhi cara tubuh memproses gula darah.
* Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK): Kelompok penyakit paru-paru yang membuat sulit bernapas, seperti emfisema dan bronkitis kronis.
* Sequelae Tuberkulosis: Dampak atau sisa-sisa dari infeksi tuberkulosis sebelumnya yang mungkin mempengaruhi fungsi paru-paru.

Kombinasi dari infeksi berat dan penyakit penyerta ini menciptakan tantangan medis yang sangat kompleks bagi tim kesehatan.

Duka Cita dan Doa dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara

Pemerintah Provinsi Maluku Utara, melalui Biro Kesra, menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya salah satu warganya yang sedang menunaikan ibadah haji. Kepergian almarhum Edy Sundayana Edo menjadi kesedihan tersendiri bagi keluarga, kerabat, serta seluruh masyarakat Maluku Utara yang turut mendoakan kelancaran dan kesuksesan ibadah haji mereka.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutup Asrul Gailea, menyampaikan doa dan harapan untuk almarhum.

Pemerintah daerah berharap agar seluruh jamaah haji asal Maluku Utara dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan selamat. Pendampingan dan perhatian terhadap kesehatan jamaah terus menjadi prioritas utama selama masa penyelenggaraan ibadah haji.