Reza Arap Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Serbu Unggahan

Misteri Inisial CD: Asisten YouTuber Ternama Terlibat Kasus Narkoba?

Jakarta – Sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri pada Jumat, 29 Mei lalu, telah memunculkan spekulasi luas di kalangan warganet. Sosok perempuan berinisial CD yang menjalani pemeriksaan terkait kasus yang melibatkan ‘Whip Pink’ diduga kuat adalah asisten pribadi dari seorang YouTuber ternama, Reza Arap. Dugaan ini semakin menguat seiring dengan ramainya komentar warganet di unggahan terbaru Reza Arap di platform Instagram.

Para pengguna internet secara antusias membanjiri kolom komentar dengan frasa ‘nitip sandal’. Ungkapan ini lazim digunakan oleh warganet untuk menunjukkan ketertarikan mereka pada suatu isu dan berharap mendapatkan pembaruan informasi terkini dari idola mereka. Komentar seperti “Belum ramai nih rombongan CD,” dan “Kok masih sepi, nitip sendal dulu ya,” serta “Cintia Dewi,” semakin memperjelas bahwa publik menduga kuat sosok CD merujuk pada Cynthia Dewi, asisten Reza Arap.

Kecurigaan netizen tidak muncul begitu saja. Ingatan mereka masih segar ketika ‘Whip Pink’ sempat muncul dalam salah satu konten siaran langsung (live streaming) Reza Arap beberapa bulan lalu. Konten yang sempat menghebohkan media sosial tersebut kemudian dilaporkan telah dihapus oleh tim Reza Arap. Kejadian ini tampaknya menjadi titik awal munculnya dugaan keterlibatan orang-orang terdekat Reza Arap dalam kasus yang kini tengah diselidiki.

Lebih lanjut, publik juga mengaitkan kasus ini dengan peristiwa tragis yang menimpa selebgram Lula Lahfah, kekasih mendiang Reza Arap. Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan pada awal tahun 2026. Kabar yang beredar saat itu menyebutkan bahwa almarhumah kedapatan menggunakan ‘Whip Pink’. Keterkaitan antara penggunaan ‘Whip Pink’, kematian Lula Lahfah, dan dugaan pemeriksaan CD ini menjadi rangkaian peristiwa yang menarik perhatian publik.

Hingga saat ini, Reza Arap sendiri belum memberikan pernyataan resmi, baik untuk membantah maupun membenarkan dugaan netizen mengenai identitas CD sebagai asisten pribadinya. Keheningan dari pihak Reza Arap justru semakin memicu rasa penasaran dan spekulasi yang berkembang di dunia maya.

Kronologi Pembelian ‘Whip Pink’ oleh Sosok Berinisial CD

Informasi yang disampaikan oleh pihak kepolisian memberikan gambaran lebih jelas mengenai peran sosok CD dalam kasus ini. Menurut Kombes Pol Zulkarnain Harahap selaku Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, CD telah memenuhi panggilan pemeriksaan pada hari Jumat lalu.

“CD sudah memenuhi panggilan dan hadir Jumat kemarin. Yang bersangkutan membeli Whip Pink sebanyak 20 tabung pada akhir tahun 2025 dan awal 2026,” ujar Kombes Pol Zulkarnain Harahap.

Pernyataan ini mengkonfirmasi bahwa CD, yang diduga merupakan asisten pribadi YouTuber RA (Reza Arap), memang terlibat dalam pembelian ‘Whip Pink’ dalam jumlah yang signifikan. Periode pembelian yang disebutkan, yakni antara akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026, bertepatan dengan periode waktu yang dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa lain yang kini menjadi sorotan publik.

Metode Pembelian dan Penggunaan ‘Whip Pink’

Proses pembelian ‘Whip Pink’ oleh CD pun turut diungkapkan. Menurut keterangan yang diperoleh, CD melakukan pencarian informasi terkait ‘Whip Pink’ melalui mesin pencari Google. Hasil pencarian tersebut kemudian mengarahkannya untuk terhubung dengan Admin PT Suplaindo Sukses Sejahtera (PT SSS) melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

CD dilaporkan membeli ‘Whip Pink’ dalam dua ukuran berbeda, yaitu tabung berukuran 640 gram dan 950 gram. Barang yang dibeli ini kabarnya tidak hanya digunakan oleh CD seorang diri, melainkan juga bersama dengan sejumlah pegawai lain dan teman-temannya. Hal ini menunjukkan adanya potensi penyebaran penggunaan zat tersebut di luar lingkup pribadi CD.

Apa Itu ‘Whip Pink’?

Meskipun artikel ini berfokus pada dugaan keterlibatan CD dan Reza Arap, penting untuk sedikit menyinggung mengenai apa itu ‘Whip Pink’. ‘Whip Pink’ merujuk pada gas nitrous oxide (N2O) yang dikemas dalam tabung dan seringkali digunakan dalam industri kuliner sebagai pengembang krim (whipped cream). Namun, gas ini juga dikenal disalahgunakan sebagai narkotika rekreasional karena efek euforia yang ditimbulkannya. Penggunaan nitrous oxide secara tidak tepat dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, mulai dari pusing, kehilangan kesadaran, hingga kerusakan saraf permanen jika terpapar dalam dosis tinggi atau dalam jangka waktu lama.

Penyelidikan Bareskrim Polri ini menjadi pengingat penting akan bahaya penyalahgunaan zat-zat yang memiliki potensi berbahaya, bahkan yang awalnya dirancang untuk keperluan industri. Kasus ini masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap secara tuntas jaringan peredaran dan penyalahgunaan ‘Whip Pink’ serta pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Perkembangan selanjutnya dari kasus ini tentu akan terus dinantikan oleh publik.