Momen Kelulusan Chava yang Penuh Haru, Absensi Okin Tuai Sorotan
Penyanyi dan selebgram ternama, Rachel Vennya, baru-baru ini merayakan momen penting dalam kehidupan putri bungsunya, Aurorae Chava Al Hakim, atau yang akrab disapa Chava. Sang buah hati resmi dinyatakan lulus dari Taman Kanak-kanak (TK) dan siap menapaki jenjang Sekolah Dasar (SD). Momen penuh kebahagiaan ini dibagikan Rachel melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Unggahan tersebut menampilkan berbagai foto dan video yang mengabadikan momen kelulusan Chava. Dalam unggahannya, Rachel Vennya tak kuasa menahan rasa harunya melihat tumbuh kembang sang putri. Ia mengungkapkan betapa cepatnya waktu berlalu, seolah baru kemarin ia menangis saat Chava dilahirkan, hingga merayakan berbagai pencapaian kecil yang kini menjadi kenangan indah.
“Chava is signing out kindergarten and ready to primary school. Ya ampun cepet banget ya waktu, rasanya baru kemarin buna nangis adek lahir, nangisin tiap milestone adek. Dan rasanya baru kemarin nangisin abang yang mau masuk SD, skrg adek,” tulis Rachel Vennya dalam keterangan unggahannya. Ia pun menambahkan ungkapan rasa syukur atas kebaikan Tuhan yang selalu memberinya kebahagiaan melalui tangisan bangga dan rasa syukur dari anak-anaknya.
Absensi Niko Al Hakim alias Okin Menuai Pertanyaan
Di tengah kebahagiaan yang dirasakan Rachel Vennya dan keluarga, perhatian warganet justru tertuju pada ketidakhadiran ayah Chava, Niko Al Hakim alias Okin, dalam acara kelulusan tersebut. Keberadaan Okin yang tidak terlihat di momen penting putrinya ini sontak menjadi sorotan.
Ini bukanlah kali pertama ketidakhadiran bassis band OKAAY tersebut dalam acara penting anak-anaknya menjadi perbincangan publik. Sebelumnya, Okin juga sempat absen dalam beberapa momen krusial sang anak, yang memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet.
Kolom komentar unggahan Rachel Vennya pun dipenuhi pertanyaan dari warganet. Salah satunya berbunyi, “Kelulusan anak pun nggak datang yaa”.
Menanggapi rasa penasaran publik, Rachel Vennya memberikan jawaban singkat namun jelas. Ia menjelaskan bahwa mantan suaminya tersebut sebenarnya telah diberi kabar mengenai acara kelulusan Chava. Namun, Rachel menduga bahwa Okin tidak dapat hadir lantaran sedang memiliki kesibukan lain.
“Lagi sibuk kerja mungkin yaa, tapi sudah diinfo kok. Aman aja,” jawab Rachel Vennya.
Polemik Penjualan Rumah Xabiru: Kesepakatan Rp4,1 Miliar
Sementara itu, kisah lain yang tak kalah menarik perhatian publik adalah seputar perseteruan antara Rachel Vennya dan Niko Al Hakim alias Okin terkait kepemilikan rumah. Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang di media sosial, kedua belah pihak akhirnya mencapai sebuah kesepakatan.
Rumah yang awalnya diperuntukkan bagi anak pertama mereka, Xabiru, kini sepakat untuk dijual dengan harga Rp4,1 miliar. Polemik ini bermula ketika Rachel Vennya mendapati fakta bahwa Okin berencana menjual rumah tersebut secara diam-diam.
Rachel Vennya mengungkapkan rasa keterkejutannya saat mendapati adanya orang asing yang datang ke rumah tersebut untuk melakukan pengukuran. Padahal, rumah itu masih ditempati oleh adik-adiknya. Merasa tidak dihargai, Rachel pun sempat meluapkan kekecewaannya melalui akun Instagramnya.
Menanggapi situasi tersebut, kuasa hukum Okin, Axl Mattew Situmorang, memberikan keterangan. Ia mengonfirmasi bahwa kesepakatan penjualan rumah dengan nilai Rp4,1 miliar telah tercapai antara kliennya dan Rachel Vennya pada tanggal 9 Mei.
“Sudah terjadi sebuah kesepakatan untuk mengakhiri segala permasalahan ini,” ujar Axl Mattew. “Dengan adanya sebuah kesepakatan antara klien saya dan mantan istrinya. Kesepakatan itu terjadi pada tanggal 9 Mei kemarin, yang pada intinya rumah tersebut disepakati terjual dengan harga Rp4,1 miliar.”
Axl Mattew menjelaskan lebih lanjut bahwa dari total Rp4,1 miliar tersebut, sejumlah dana digunakan untuk melunasi sisa kewajiban rumah yang masih terkait dengan bank. Sisa dana sisanya kemudian dialokasikan untuk memenuhi kewajiban Okin terhadap Rachel Vennya dan anak-anak mereka.
“Lalu Rp4,1 miliar itu dipergunakan oleh klien saya, karena rumah itu masih ada kaitannya dengan bank. Maka Rp1 miliar digunakan untuk melunasi, sisa Rp3,1 miliar itu digunakan untuk menyelesaikan kewajiban klien saya,” paparnya.
Klarifikasi Okin: Kesalahpahaman dan Upaya Komunikasi
Sebelumnya, Niko Al Hakim alias Okin juga telah memberikan klarifikasinya terkait tudingan menjual rumah tanpa izin yang disampaikan oleh Rachel Vennya. Okin menilai bahwa ada kesalahpahaman dalam narasi yang berkembang di publik mengenai persoalan ini.
Dalam unggahan di akun Instagramnya, @okinpth, Okin menjelaskan bahwa rumah tersebut dibeli sebelum anak pertamanya lahir, dengan harapan menjadi tempat yang baik bagi keluarga kecil mereka. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada niat untuk menjualnya secara diam-diam.
Okin kemudian merinci proses panjang yang terjadi setelah perceraian mereka, termasuk mengenai pembagian harta dan komunikasi yang menurutnya tidak berjalan mulus. Ia mengungkapkan bahwa sempat terjadi ketidaksesuaian antara ucapan Rachel Vennya terkait penukaran aset, seperti rumah dan tanah di Bali.
“Didalam perpisahan tersebut, mengharuskan kami melewati banyak proses diantaranya permintaan uang mut’ah & pembagian harta. Namun disaat gue menanyakan mengenai penukaran aset, yaitu rumah dan tanah bali, ybs memberikan statement yang tidak sesuai dengan omonganya awalnya,” ujar Okin.
Ia juga mengaku sempat merasa kecewa atas respons yang diterimanya saat membahas hal tersebut, meskipun awalnya ia belum ingin menerima tanah tersebut.
Okin menegaskan bahwa berdasarkan pembagian harta pada tahun 2021, rumah tersebut telah diputuskan menjadi bagiannya.
Terkait kewajiban yang sempat tertunda, Okin mengakui adanya kelalaian pada tahun 2023. Ia menjelaskan bahwa hal ini dipicu oleh kondisi bisnis yang membuatnya kelelahan dan mengalami burnout. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan perhitungan nominal dan tawaran dari pihak Rachel Vennya.
Lebih lanjut, Okin menyoroti memburuknya komunikasi, terutama ketika muncul peringatan dari pihak bank terkait rumah yang masih ditempati oleh keluarga Rachel Vennya. Ia merasa hal ini seharusnya dapat dihindari dan menjadi salah satu alasan ia pernah menawarkan untuk mengganti nama kepemilikan rumah.
Okin juga mengklarifikasi kesalahpahaman terkait pembayaran KPR di awal tahun 2026. Ia merasa telah melakukan pembayaran setiap bulan, namun pihak bank menyatakan ada miss yang berujung pada keinginan bank untuk melabeli rumah tersebut.
Menurut Okin, keputusan untuk menjual rumah diambil sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan. Ia berharap dapat menjaga hubungan baik demi kelangsungan hidup anak-anak mereka tanpa adanya sangkut paut mengenai harta benda. Setelah berbagai pembahasan, pada hari Selasa, mereka akhirnya menemukan titik temu mengenai penjualan rumah tersebut.






















