Petrus Makbon dan Judson Waprak Terima Aspirasi Massa Penolak PSN di Manokwari

Kehadiran Wakil Ketua DPR Papua Barat dan Ketua MRPB dalam Aksi Massa

Pada hari Kamis, 7 Mei 2026, di Manokwari, Wakil Ketua I DPR Provinsi Papua Barat, Petrus Makbon, bersama dengan Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Judson F Waprak, hadir untuk bertemu dengan massa aksi. Massa aksi yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak mengecam Proyek Strategis Nasional (PSN) serta militerisme yang terjadi di tanah Papua.

Massa aksi sempat menduduki perempatan lampu merah Haji Bauw setelah rencana long march dibatasi oleh aparat keamanan. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan keamanan dan ketertiban umum. Dengan situasi tersebut, perwakilan massa aksi kemudian menyampaikan aspirasinya kepada Wakil Ketua I DPR Papua Barat dan Ketua MRPB.

Tanggapan dari Wakil Ketua DPR Papua Barat

Petrus Makbon mengatakan bahwa pihaknya akan membahas seluruh aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi. Ia menegaskan bahwa semua tuntutan yang diajukan oleh mahasiswa akan segera ditangani dalam waktu 14 hari. Hasil pembahasan tersebut akan disampaikan kembali kepada masyarakat.

“Kami akan menyelesaikan apa yang menjadi tuntutan adik-adik mahasiswa. Semua aspirasi ini akan dibahas dalam waktu 14 hari dan hasilnya akan kami sampaikan kembali,” ujar Petrus Makbon.

Peran Majelis Rakyat Papua Barat

Sementara itu, Judson F Waprak menjelaskan bahwa MRPB saat ini sedang mengawal berbagai isu masyarakat melalui pembentukan panitia khusus (Pansus). Menurutnya, MRPB telah membentuk dua Pansus, yaitu Pansus regulasi dan Pansus penyelesaian persoalan. Tujuan dari pembentukan Pansus ini adalah untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat Papua Barat.

“Kita berharap dukungan dari masyarakat untuk sama-sama menjaga tanah ini. MRP tidak bisa berjalan sendiri karena suara masyarakat juga menjadi suara lembaga,” ucap Judson F Waprak di hadapan massa aksi.

Ia menambahkan bahwa berbagai isu yang disampaikan dalam aksi tersebut akan dibahas bersama pemerintah daerah maupun DPR Papua Barat. Dengan demikian, MRPB berkomitmen untuk memastikan bahwa aspirasi masyarakat dapat didengar dan ditindaklanjuti secara serius.

Harapan kepada Mahasiswa

Judson juga meminta mahasiswa tetap mengawal proses pembahasan yang sedang dilakukan oleh Pansus MRP maupun DPR Papua Barat secara damai dan tertib. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif dari mahasiswa dalam proses demokratisasi di Papua Barat.

“Kami minta mahasiswa terus mengawal proses ini secara baik dan damai,” katanya.

Kesimpulan

Aksi massa yang dilakukan oleh Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak merupakan bentuk ekspresi rakyat terhadap berbagai isu yang mereka anggap penting. Keberadaan Wakil Ketua DPR Papua Barat dan Ketua MRPB dalam aksi ini menunjukkan komitmen pemerintah dan lembaga-lembaga terkait untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Dengan pembentukan Pansus dan kerja sama antara MRPB, DPR, serta masyarakat, diharapkan dapat tercipta solusi yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat di Papua Barat.