Kematian Pengemudi di Dalam Mobil Menyebabkan Kemacetan Panjang
Seorang pria ditemukan tewas di dalam mobil yang berhenti di Jalan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat. Kejadian ini menyebabkan kemacetan hingga sekitar 2,5 km. Pihak kepolisian dan petugas lainnya harus melakukan evakuasi dengan cara memecahkan kaca mobil karena pintu terkunci dari dalam.
Kondisi Mobil
Insiden dimulai saat mobil berhenti di sisi kiri jalan dan hampir memakan satu lajur. Mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 2184 BZF berwarna silver itu agak sedikit miring karena ban sebelah kiri keluar dari jalurnya. Di dalam mobil, terlihat seorang pria tidak sadarkan diri dalam posisi miring ke kiri dengan masih menggunakan sabuk pengaman.
Kondisi Mobil Menyala
Kondisi mesin mobil masih dalam keadaan menyala dan seluruh pintu terkunci rapat. Petugas kesulitan mengevakuasi korban. Saat kaca dan pintu mobil diketuk, tidak ada respons sama sekali dari sang pengemudi. Polisi sempat mencoba mencongkel kunci pintu dengan menggunakan penggaris besi, namun upaya tersebut gagal. Akhirnya, evakuasi dilakukan dengan cara memecahkan kaca mobil karena kondisi pengemudi yang sudah tidak bernyawa.
Ditemukan PPSU
Temuan pria tewas di dalam mobil pertama kali diketahui oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bernama Haris Kuswanto yang sedang bertugas di sekitar lokasi sejak subuh. Haris awalnya mendapat laporan dari pengendara yang melintas di Jalan Outer Ring Road sekitar pukul 05.00 WIB. “Awalnya saya lagi dinas penyapuan, tiba-tiba ada pengendara melintas, lapor ke saya itu ada mobil menepi di pinggir jalan. Sudah lapor, saya koordinasi ke satpam biar ada tindak lanjut, terus saya ke TKP,” ungkap Haris. Setibanya di lokasi, Haris melihat mobil dalam keadaan menyala dan mencoba mengecek kondisi pengemudi dari luar. “Di dalam mobil posisinya nyala. Orangnya tertidur. Tidur, ya tidur. Diketok pokoknya enggak ada respons. Akhirnya koordinasi sama polisi kan buat dicek,” ucap Haris.
Petugas Pecahkan Kaca
Kanit Lantas Polsek Cengkareng, AKP Yeni menyebut pihaknya mendapat laporan dari petugas PPSU dan Satpol PP pada pukul 08.30 WIB. “Saya ke TKP kan, lengkap ada Kapolsek, terus ada dari tim medis juga sudah saya telepon, sambil jalan kita telepon ambulans kan. Sampai di sana mobilnya itu dalam keadaan hidup. Enggak bisa dibuka kan kuncinya,” jelas Yeni, Rabu. Yeni menyebut pintu mobil yang terkunci dari dalam memang cukup sulit dibuka dan sempat menjadi hambatan dalam proses evakuasi. “Kita upaya-upayalah, coba buka pakai penggaris besi. Tidak bisa, pakai obeng, tidak bisa juga,” ujar Yeni.
Kondisi Korban
Di tengah proses evakuasi tersebut, Yeni menyadari kondisi korban semakin memprihatinkan dengan tubuh yang berubah menjadi kebiruan. Mengingat kondisi korban tersebut, petugas akhirnya mengambil langkah untuk memecahkan kaca mobil demi bisa mengevakuasi korban segera. Mobil pun kemudian berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.45 WIB. “Akhirnya ya dengan kesepakatan, kasihan juga kan, sudah biru di dalam itu, ini sama-sama atas persetujuan sama-sama lah, kita mecahin kaca mobilnya begitu. Alhamdulillah sudah kebuka kan, Reskrim sudah datang akhirnya. Sudah serahkan ke Reskrim yang menangani,” jelasnya.
Temuan Obat-obatan
Setelah pintu mobil berhasil dibuka melalui kaca yang dipecahkan dalam proses evakuasi tersebut, tim medis langsung melakukan pemeriksaan. Korban yang kulitnya sudah membiru dinyatakan telah meninggal dunia di lokasi. Yeni menyebut pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban, tetapi polisi menemukan adanya obat yang disimpan di dashboard mobil. “Tim medis sudah bilang sama saya begitu kan, sudah MD (meninggal dunia). Kondisinya sudah biru. Tapi di dashboard mobil itu ada obat-obatan begitu kan, jadi mungkin ya bisa jadi (mengidap penyakit), saya enggak tahu juga itu obatnya apa,” ungkap Yeni.






















