Patrolmedia, Batam – BP Batam mencatat realisasi investasi Batam pada Triwulan I (Januari-Maret) 2026 menembus angka Rp 17,4 triliun.
Angka ini menunjukkan Batam menjadi magnet investasi yang sangat kuat di Indonesia.
Dari data resmi BP Batam, pencapaian ini mencatat pertumbuhan yang signifikan, yakni melonjak 102,85% secara tahunan (year-on-year) dan meningkat 68,92% dibanding triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter).
Dominasi Batam terhadap perekonomian regional semakin tidak tergoyahkan.
Dari total realisasi investasi Kepri yang mencapai Rp 23,8 triliun, Batam menyumbang porsi sebesar 73,5%.
Hal ini menegaskan posisi Batam sebagai motor utama penggerak ekonomi di kawasan tersebut.
Menariknya, meski Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi dengan angka Rp 8,8 triliun, investasi dari dalam negeri atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menunjukkan lonjakan luar biasa.
PMDN tercatat mencapai Rp 8,5 triliun, atau meroket sebesar 216% secara tahunan. Ini menunjukkan kepercayaan investor domestik terhadap iklim usaha di Batam semakin tinggi.
Investasi Batam pada awal 2026 ini didominasi oleh sektor bernilai tambah tinggi.
Berikut adalah rincian sektor utamanya:
- Industri Mesin dan Elektronik: 23,65%
- Kimia dan Farmasi: 21,18%
- Jasa Lainnya: 17,70%
- Perumahan, Kawasan Industri & Perkantoran: 13,09%
Untuk negara asal investor, Singapura masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp 4,82 triliun.
Lalu, diikuti oleh Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menyebut lonjakan ini bukti kemampuan Batam dalam mengeksekusi investasi secara cepat dan produktif.
“Batam memegang peran sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan. Pertumbuhan ini memberikan efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa,” tambah Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyebut struktur investasi saat ini sangat sehat.
“PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh agresif. Ini menandakan Batam dipersepsikan sebagai kawasan yang feasible, bankable, dan executable,” tegasnya.
Untuk menjaga momentum ini, BP Batam berkomitmen memperkuat 3 pilar utama:
- Penguatan layanan investasi.
- Percepatan penyediaan lahan dan utilitas.
- Peningkatan kepastian berusaha.
(Ipl/Ipl)






















