Hamas Rilis 47 Foto Tawanan Israel Disaat Gaza Diserang

Tawanan Israel
Hamas mempublikasikan 47 foto tawanan Israel Sabtu, (20/9/2025). (Foto: NDTV)
Tawanan Israel
Hamas mempublikasikan 47 foto tawanan Israel Sabtu, (20/9/2025). (Foto: NDTV)

Patrolmedia, Ankara – Militan Hamas merilis 47 foto tawanan Israel ditengah serangan pasukan Zionis tersebut di Kota Gaza.

Hamas pada hari Sabtu merilis foto yang menunjukkan 47 tawanan Israel, dan mengatakan foto itu diambil pada awal serangan militer terbaru Israel di Kota Gaza.

Melansir Anadolu, foto yang dipublis Hamas pada Sabtu (20/9/2025) tersebut, disertai keterangan dalam bahasa Arab dan Ibrani.

Berikut isi pernyataan Hamas: 

“Karena keteguhan hati (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu dan ketundukan (Kepala Staf Umum Eyal) Zamir, ini adalah foto perpisahan di awal operasi di Gaza,” bunyi pernyataan tersebut. 

Hamas menerbitkan 47 foto tawanan Israel di laman resminya dengan menggarisbawahi posisinya bahwa nasib para tawanan bergantung pada keputusan politik pimpinan Israel.

Hamas telah berulang kali menyatakan kesiapannya untuk membuat kesepakatan komprehensif dengan Israel.

Kesepakatan itu bertujuan untuk membebaskan semua tawanan Israel dengan imbalan menukar dengan tahanan Palestina.

Kemudian mengakhiri perang di Gaza, dan memastikan penarikan penuh pasukan Israel.

Sangat disayangkan, Netanyahu yang dinilai keras kepala justru berulang kali menolak usulan Hamas.

PM Israel itu malah menekankan pengaturan parsial yang memungkinkannya menunda dan memberlakukan persyaratan baru di setiap tahap negosiasi.

Warga Israel dan tempat lain menuduh Netanyahu memperpanjang perang demi kelangsungan hidup politiknya sendiri, mengabaikan kelangsungan hidup para sandera.

Pada tanggal 9 September, Israel menyerang kompleks perumahan di Doha yang menewaskan 5 pemimpin Hamas.

Penyerangan itu disaat mereka sedang membahas proposal AS untuk mengakhiri perang di Gaza, tempat hampir 65.000 warga Palestina telah terbunuh sejak Oktober 2023.

November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut.

(Ipl/Ft)